25 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Keripik Ubi Kencur Karang Agung, Inovasi Olahan Pangan Lokal yang Tingkatkan Nilai Tambah Singkong

Penulis: Ika PS 02 July 2025 02:48 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Keripik Ubi Kencur Karang Agung, Inovasi Olahan Pangan Lokal yang Tingkatkan Nilai Tambah Singkong

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan berbasis ubi kayu. Sebagai salah satu komoditas pangan utama di Indonesia setelah beras dan jagung, ubi kayu terus menunjukkan peningkatan produksi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, produksi ubi kayu di Kabupaten PALI meningkat dari 2.866,23 ton pada tahun 2022 menjadi 5.327,62 ton pada tahun 2023. Kondisi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu inovasi yang berkembang dari potensi tersebut adalah Keripik Ubi Kencur khas Desa Karang Agung, Kecamatan Abab. Produk ini menjadi bentuk diversifikasi pangan yang mengolah ubi kayu menjadi camilan bernilai jual tinggi dengan memadukan cita rasa khas singkong yang renyah dan aroma rempah kencur yang autentik. Perpaduan tersebut menghasilkan produk yang memiliki karakteristik unik, berbeda dari keripik ubi pada umumnya, sehingga mampu menarik minat konsumen dari berbagai kalangan.

Pengembangan Keripik Ubi Kencur tidak hanya bertujuan menghasilkan makanan ringan yang lezat, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen singkong. Mengingat ubi kayu merupakan komoditas yang mudah rusak setelah dipanen, pengolahan menjadi keripik mampu memperpanjang masa simpan, mengurangi potensi kerugian petani, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan usaha berbasis rumah tangga.

Proses produksi Keripik Ubi Kencur relatif sederhana dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di daerah setempat. Hal ini menjadikan usaha tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun kelompok usaha masyarakat. Selain menawarkan cita rasa yang khas, produk ini juga memiliki harga yang terjangkau sehingga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.

Meski memiliki potensi yang menjanjikan, pelaku usaha di Desa Karang Agung masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan usahanya. Aspek pemasaran, pencatatan usaha, promosi, hingga desain kemasan produk masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dalam penguatan kapasitas pelaku UMKM, baik melalui pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran digital, maupun inovasi kemasan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan dukungan pengembangan usaha yang berkelanjutan, Keripik Ubi Kencur diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten PALI yang tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat desa, tetapi juga mengangkat potensi pangan lokal menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan sumber daya lokal yang dipadukan dengan kreativitas dan peningkatan kualitas usaha dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026