Keripik Ubi Kencur Karang Agung, Inovasi Olahan Pangan Lokal yang Tingkatkan Nilai Tambah Singkong
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan berbasis ubi kayu. Sebagai salah satu komoditas pangan utama di Indonesia setelah beras dan jagung, ubi kayu terus menunjukkan peningkatan produksi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, produksi ubi kayu di Kabupaten PALI meningkat dari 2.866,23 ton pada tahun 2022 menjadi 5.327,62 ton pada tahun 2023. Kondisi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Salah satu inovasi yang berkembang dari potensi tersebut adalah Keripik Ubi Kencur khas Desa Karang Agung, Kecamatan Abab. Produk ini menjadi bentuk diversifikasi pangan yang mengolah ubi kayu menjadi camilan bernilai jual tinggi dengan memadukan cita rasa khas singkong yang renyah dan aroma rempah kencur yang autentik. Perpaduan tersebut menghasilkan produk yang memiliki karakteristik unik, berbeda dari keripik ubi pada umumnya, sehingga mampu menarik minat konsumen dari berbagai kalangan.
Pengembangan Keripik Ubi Kencur tidak hanya bertujuan menghasilkan makanan ringan yang lezat, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen singkong. Mengingat ubi kayu merupakan komoditas yang mudah rusak setelah dipanen, pengolahan menjadi keripik mampu memperpanjang masa simpan, mengurangi potensi kerugian petani, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan usaha berbasis rumah tangga.
Proses produksi Keripik Ubi Kencur relatif sederhana dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di daerah setempat. Hal ini menjadikan usaha tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun kelompok usaha masyarakat. Selain menawarkan cita rasa yang khas, produk ini juga memiliki harga yang terjangkau sehingga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.
Meski memiliki potensi yang menjanjikan, pelaku usaha di Desa Karang Agung masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan usahanya. Aspek pemasaran, pencatatan usaha, promosi, hingga desain kemasan produk masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dalam penguatan kapasitas pelaku UMKM, baik melalui pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran digital, maupun inovasi kemasan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan dukungan pengembangan usaha yang berkelanjutan, Keripik Ubi Kencur diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten PALI yang tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat desa, tetapi juga mengangkat potensi pangan lokal menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan sumber daya lokal yang dipadukan dengan kreativitas dan peningkatan kualitas usaha dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis potensi lokal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!