24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

KESIR: Menyulap Limbah dan Sirih Menjadi Solusi Kebersihan Ramah Lingkungan dari SMAN 1 Talang Ubi

Penulis: Ika PS 26 July 2025 09:57 WIB Dilihat: 7 kali Komentar: 0
KESIR: Menyulap Limbah dan Sirih Menjadi Solusi Kebersihan Ramah Lingkungan dari SMAN 1 Talang Ubi

Selama ini, kita akrab dengan aroma karbol lantai yang menyengat dan identik dengan bahan kimia keras. Di balik lantai yang mengkilap, ada kekhawatiran yang jarang disadari: limbah cair sintetis yang merembes ke tanah dan mencemari ekosistem air. Menjawab keresahan akan dampak lingkungan tersebut, tiga pelajar kreatif dari SMAN 1 Talang Ubi, Rahmad Darmawan, Dinah Azizil Syakarohmah, dan Nazarro Day, melakukan eksperimen berani. Mereka menyulap limbah organik dan kearifan lokal daun sirih menjadi sebuah terobosan bersih: KESIR (Karbol Eco Enzim Sirih).

Inovasi yang berlaga dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap potensi etnobotani di Kecamatan Talang Ubi. Masyarakat lokal telah lama mengenal daun sirih (Piper betle L.) sebagai antiseptik alami, namun belum banyak yang mengolahnya menjadi produk modern berskala rumah tangga. Dengan sentuhan sains, tim SMAN 1 Talang Ubi mengombinasikan ekstrak daun sirih yang kaya akan betephenol dengan eco-enzim hasil fermentasi limbah organik (kulit buah dan sayuran).

Sinergi Alam untuk Kebersihan yang Aman

Eco-enzim berperan sebagai agen pembersih alami berkat kandungan asam organik dan enzim yang mampu melepaskan deposit lemak serta menjernihkan saluran drainase. Sementara itu, ekstrak daun sirih memberikan kekuatan tambahan sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Hasil perpaduan ini adalah KESIR, sebuah cairan pembersih yang tak hanya efektif melibas kuman dan noda membandel, tetapi juga aman bagi kulit tangan karena bebas dari bahan kimia berbahaya seperti triclosan atau cresylic acid.

Keunggulan KESIR tidak berhenti pada aspek kebersihan saja. Produk ini membawa misi besar dalam mendukung ekonomi sirkular. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan baku utama, KESIR membantu mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekitar sekaligus meminimalisir ketergantungan pada produk kimia pabrikan. Inovasi ini mengubah limbah menjadi produk bernilai guna tinggi dengan harga yang sangat ekonomis, yakni Rp10.000 per botol.

Respons Positif dari Masyarakat

Inovasi ini telah melalui serangkaian pengujian organoleptik yang melibatkan masyarakat. Hasilnya sangat memuaskan: sebanyak 86,37% responden menyatakan menyukai produk KESIR secara keseluruhan. Konsumen memuji aroma segar khas daun sirih yang menetralkan bau tak sedap tanpa menyebabkan iritasi pernapasan, serta daya bersihnya yang tidak kalah dengan karbol komersial.

Bagi Rahmad, Dinah, dan Nazarro, KESIR adalah langkah nyata dalam membuktikan bahwa solusi untuk masalah lingkungan tidak harus rumit dan mahal. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan kreativitas, siswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kebersihan rumah tangga dan kelestarian ekosistem PALI. Ke depan, mereka berharap KESIR tidak hanya menjadi proyek inovasi sekolah, tetapi berkembang menjadi produk kebanggaan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026