24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Kulit Sehat Berkat Alam: Sabun Batang 'Beydaa' Manfaatkan Daun Murbei Karya Pelajar PALI

Penulis: Ika PS 05 July 2024 06:24 WIB Dilihat: 4 kali Komentar: 0
Kulit Sehat Berkat Alam: Sabun Batang 'Beydaa' Manfaatkan Daun Murbei Karya Pelajar PALI

Di tengah maraknya produk perawatan kulit modern yang mendominasi pasar, sebuah langkah inovatif berbasis kearifan alam lahir dari kreativitas pelajar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Dinda Magfirah Saleha dan Adinda Meliana, siswi dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, berhasil menciptakan "Beydaa", sebuah produk sabun batang herbal yang memanfaatkan ekstrak daun murbei (Morus alba L.). Inovasi ini hadir sebagai solusi perawatan kulit alami yang aman, kaya nutrisi, sekaligus ramah lingkungan.

Inovasi produk perawatan ini resmi didaftarkan sebagai salah satu peserta dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2024 untuk kategori Pelajar/Mahasiswa. Proyek yang berawal dari tugas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bidang kewirausahaan ini dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi tanaman lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Meminimalisir Paparan Bahan Kimia Sintetis pada Kulit Masyarakat

Sebagian besar produk sabun mandi konvensional yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis keras seperti detergen buatan (Sodium Lauryl Sulfate) dan pewangi buatan berlebih. Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan jangka panjang dari zat-zat tersebut kerap kali memicu masalah baru seperti kulit kering, iritasi, hingga memicu alergi. Sayangnya, minimnya alternatif produk pembersih tubuh organik lokal membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan sehat yang terjangkau.

Melihat fenomena tersebut, kehadiran Sabun Batang Beydaa menjadi jawaban yang tepat. Dengan mengganti bahan kimia berbahaya menggunakan minyak nabati murni dan ekstrak daun murbei asli, sabun ini mampu membersihkan tubuh sekaligus menjaga kelembapan alami kulit. Langkah inovatif ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya kembali ke produk perawatan tubuh berbasis tanaman organik demi kesehatan jangka panjang.

Kandungan Nutrisi Daun Murbei untuk Kesehatan Kulit Optimal

Pemilihan daun murbei (Morus alba L.) sebagai bahan utama sabun Beydaa didasarkan pada kekayaan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Daun ini dikenal kaya akan antioksidan polifenol, vitamin A, vitamin C, vitamin B1, serta mineral penting seperti kalsium, besi, dan magnesium. Kombinasi formula ini sangat efektif untuk menangkal radikal bebas, membantu mencerahkan kulit secara alami, serta merawat kekencangan kulit tanpa menimbulkan efek ketergantungan.

Dalam proses produksinya, sabun batang Beydaa dibuat dengan mengombinasikan ekstrak daun murbei yang telah dikeringkan dan dihaluskan bersama bahan dasar alami seperti minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Proses saponifikasi (pembuatan sabun) dipantau secara teliti guna menghasilkan tekstur busa yang lembut di kulit serta mempertahankan kualitas kandungan vitamin alami di dalamnya agar tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Kolaborasi dan Pendampingan Sekolah Demi Kualitas Produk

Proses perancangan sabun batang Beydaa melewati beberapa tahapan sistematis, mulai dari studi literatur mengenai khasiat tanaman, penyusunan formula, pembuatan prototipe, hingga uji coba penggunaan secara mandiri. Keberhasilan inovasi ini tidak terlepas dari bimbingan intensif guru pendamping P5, Ibu Jussi Agustine, serta dukungan penuh dari pihak sekolah SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi yang memfasilitasi ruang kreasi bagi para siswi untuk bereksperimen.

Berdasarkan hasil evaluasi dan pemakaian awal, sabun Beydaa terbukti memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan, tidak membuat kulit terasa kering atau "tertarik" sehabis bilas, dan memiliki aroma alami yang menenangkan. Keunggulan ini menjadikan Beydaa sebagai alternatif produk higienis yang tidak hanya kompetitif dari segi manfaat kesehatan, tetapi juga sangat ekonomis dan efisien untuk kebutuhan harian keluarga.

Menumbuhkan Karakter Wirausaha Muda Berbasis Bahan Lokal

Melalui pengembangan produk Beydaa, proses pelestarian lingkungan dan edukasi kesehatan tidak hanya berhenti sebagai teori di dalam kelas, melainkan menjelma menjadi produk riil yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Inovasi ini berhasil menanamkan karakter kemandirian, kreativitas tinggi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) hijau di kalangan generasi muda sejak berada di bangku sekolah menengah.

Ke depan, inovasi sabun batang Beydaa memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui variasi bentuk kosmetik lainnya, penambahan aroma terapi alami, hingga perluasan jaringan pemasaran digital di tingkat regional. Sabun Beydaa menjadi bukti nyata bahwa tangan kreatif pelajar PALI mampu mengubah daun murbei menjadi produk perawatan kulit bernilai tinggi, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk beralih ke gaya hidup yang lebih sehat dan alami.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026