13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Membangun Masa Depan dari Desa: Kampung Digital Air Itam Cetak Talenta Digital Unggul di PALI

Penulis: Ika PS 16 June 2024 06:12 WIB Dilihat: 13 kali Komentar: 0
Membangun Masa Depan dari Desa: Kampung Digital Air Itam Cetak Talenta Digital Unggul di PALI

Di tengah pesatnya laju digitalisasi global, kesenjangan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, sebuah gerakan inklusif bertajuk "GELOK LIDI KDAI" (Gerakan Lokal Literasi Digital Kampung Digital Air Itam) hadir sebagai motor transformasi bagi masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Dipelopori oleh Irpansyah, seorang mahasiswa Teknik Komputer asal Desa Air Itam, inisiatif ini dirancang sebagai program edukasi berkelanjutan yang berkomitmen mencetak talenta-talenta digital kompeten langsung dari pelosok desa.

Inovasi ini resmi didaftarkan sebagai salah satu peserta dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2024 untuk kategori Pelajar/Mahasiswa. Melalui pendekatan berbasis komunitas, GELOK LIDI KDAI dikembangkan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap teknologi, meningkatkan kecakapan digital, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang mandiri bagi generasi muda di tingkat rural.

Menjembatani Kesenjangan Informasi dan Mengantisipasi Ancaman Siber

Kondisi geografis pedesaan yang minim infrastruktur internet sering kali memicu terjadinya ketertinggalan informasi yang cukup jauh dibanding wilayah perkotaan. Fenomena ini kian terasa saat masa pandemi COVID-19, ketika para pelajar di Desa Air Itam mengalami hambatan besar dalam mengikuti pembelajaran daring akibat gagap teknologi. Ketiadaan literasi digital yang merata juga berdampak pada tingginya kerentanan masyarakat pedesaan terhadap ancaman kejahatan siber modern.

Berangkat dari realitas sosial tersebut, GELOK LIDI KDAI hadir untuk mengikis kesenjangan teknologi secara nyata. Gerakan ini tidak sekadar mengajarkan pengoperasian gawai, melainkan fokus mendidik masyarakat agar mampu memilah informasi, memanfaatkan internet secara produktif, serta membentengi generasi muda dari bahaya laten judi online, penipuan daring, hingga jeratan pinjaman online ilegal yang kian marak.

Struktur Kurikulum Gratis: Menguasai Coding hingga Kecerdasan Buatan

GELOK LIDI KDAI secara konsisten menggelar program pelatihan intensif setiap hari Minggu tanpa memungut biaya sepeser pun dari para peserta. Ruang belajar dibuka secara inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia ataupun latar belakang sosial. Dalam pelaksanaan programnya, kurikulum KDAI dibagi ke dalam dua fokus peminatan utama, yaitu Kelas IT yang mendalami dasar pemrograman serta pembuatan website, dan Kelas Design yang berfokus pada multimedia serta desain grafis.

Tidak berhenti pada level pelajar, inovasi ini melebarkan sayap manfaatnya dengan meluncurkan "Gerakan Guru Go Digital". Melalui program kolaboratif ini, para guru di berbagai sekolah di Kabupaten PALI diberikan pembekalan khusus mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diambil guna mendukung efektivitas sistem mengajar di sekolah agar sejalan dengan tuntutan kurikulum modern.

Pola Kaderisasi Mandiri Melalui Metode 'Belajar dan Berbagi'

Demi menjaga keberlangsungan jangka panjang tanpa ketergantungan pada pihak luar, KDAI mengimplementasikan metode pembelajaran yang unik. Mengusung jargon kebanggaan "Studying And Sharing Eachother", program ini menerapkan sistem peer-to-peer learning, di mana sesama peserta didik didorong untuk saling mengajar satu sama lain. Melalui pola ini, peserta yang telah menguasai materi dasar secara bertahap akan naik level menjadi asisten tutor (co-tutor) hingga nantinya dipercaya sebagai tutor penuh.

Strategi kaderisasi internal yang solid ini diperkuat oleh kolaborasi erat bersama berbagai pemangku kepentingan. KDAI berhasil menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), komunitas belajar sekolah, hingga pemerintah desa setempat yang bertindak sebagai pelindung gerakan. Dukungan kolektif ini memastikan ketersediaan fasilitas ruang kelas serta komputer penunjang yang memadai bagi para peserta.

Membuka Peluang Kerja Baru dan Menekan Angka Pengangguran Desa

Implementasi gerakan GELOK LIDI KDAI kini mulai membuahkan hasil positif yang signifikan bagi masyarakat lokal. Banyak pemuda desa yang sebelumnya tidak memiliki keahlian komputer kini terbukti mampu mengaplikasikan keterampilan digital untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Kemampuan teknis seperti pembuatan portofolio digital dan desain multimedia kini menjadi modal berharga bagi para lulusan SMA/SMK di Desa Air Itam untuk bersaing di pasar kerja.

Dengan pembekalan hard skill dan soft skill yang matang, inovasi ini optimis dapat terus menekan angka pengangguran di daerah rural. GELOK LIDI KDAI menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi pemuda daerah untuk melahirkan solusi kreatif yang berdampak luas, sekaligus mematangkan kesiapan masyarakat pedesaan dalam menghadapi tantangan era ekonomi digital global.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026