24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menekan Angka Kecelakaan Remaja: Inovasi Edukasi Berkendara "TyRi Moly" Sukses Dongkrak Pemahaman Rambu Lalu Lintas di PALI

Penulis: Ika PS 15 June 2024 06:45 WIB Dilihat: 4 kali Komentar: 0
Menekan Angka Kecelakaan Remaja: Inovasi Edukasi Berkendara "TyRi Moly" Sukses Dongkrak Pemahaman Rambu Lalu Lintas di PALI

Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan remaja dan usia sekolah hingga kini masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia. Kurangnya pemahaman mendalam mengenai arti rambu-rambu lalu lintas serta rendahnya kesadaran akan keselamatan berkendara (safety riding) sering kali menjadi pemicu utama terjadinya tragedi di jalan raya. Menjawab tantangan besar tersebut, sebuah langkah transformatif diluncurkan melalui sebuah inovasi media pembelajaran interaktif yang diberi nama "TyRi Moly" (Safety Riding Monopoly). Media ini didesain khusus untuk mengubah cara penyampaian edukasi berkendara yang awalnya kaku dan membosankan menjadi sebuah aktivitas kelompok yang seru, dinamis, dan mudah dipahami oleh para pelajar.

Penerapan inovasi ini dilakukan melalui pendekatan penelitian kuantitatif berbasis Pre-Experimental Design dengan model One-Group Pretest and Posttest Design. Metode ini dipilih untuk mengukur secara akurat sejauh mana tingkat efektivitas permainan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (treatment). Sebanyak 40 siswa dari berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, dilibatkan secara aktif sebagai sampel dalam pengujian media ini. Guna mendapatkan data yang representatif, tim peneliti mengambil sampel dari empat sekolah yang berbeda, di mana masing-masing sekolah diwakili oleh 10 siswa, yaitu SDN 5 Talang Ubi, SMPN 1 Talang Ubi, SMPN 10 Talang Ubi, dan SMAN 2 Unggulan Talang Ubi.

Mendobrak Metode Konvensional Melalui Modifikasi Permainan

Sebelum media permainan "TyRi Moly" diperkenalkan secara luas, para siswa terlebih dahulu diuji melalui sesi pre-test untuk mengetahui pemahaman dasar mereka terkait aturan berlalu lintas. Hasil awal menunjukkan potret yang cukup memprihatinkan, di mana rata-rata nilai pemahaman siswa secara keseluruhan hanya menyentuh angka 30,95. Angka yang rendah ini mengonfirmasi bahwa metode sosialisasi searah yang bersifat konvensional selama ini belum mampu melekat dengan baik di dalam ingatan para remaja. Mereka membutuhkan sebuah pemantik yang lebih dekat dengan dunia bermain mereka agar pesan keselamatan dapat terserap secara optimal.

Perubahan drastis terjadi setelah para siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dan memainkan "TyRi Moly". Melalui konsep modifikasi permainan monopoli, para pelajar ditantang untuk memahami fungsi rambu-rambu, marka jalan, hingga etika berkendara yang aman sembari menyusun strategi permainan. Setelah sesi permainan selesai dijalankan, tim peneliti melakukan pengujian ulang melalui sesi post-test. Hasilnya sangat luar biasa; rata-rata nilai kemampuan siswa melompat drastis menjadi 83,28. Secara individu, analisis data personal mencatat adanya selisih peningkatan atau pertumbuhan nilai pemahaman siswa yang sangat signifikan, yaitu sebesar 41,82 poin.

Bukti Validitas Statistik dan Keberhasilan Edukasi

Untuk membuktikan bahwa lonjakan nilai tersebut bukan terjadi karena faktor kebetulan, seluruh data yang terkumpul diolah secara ilmiah menggunakan uji-t (Paired Sample t-Test) dengan berbantuan program statistik SPSS 21. Langkah analisis statistik ini krusial untuk menguji keabsahan hipotesis penelitian. Hasil pengujian hipotesis akhir menunjukkan angka signifikansi sebesar 0,000, sebuah nilai yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan taraf nyata yang ditentukan yaitu $\alpha = 0,05$ (dituliskan $0,000 < 0,05$ pada bab pembahasan uji beda). Berdasarkan kaidah ilmiah tersebut, keputusan yang diambil adalah menolak $H_0$ dan menerima $H_a$.

Melalui hasil pembuktian data statistik yang valid tersebut, dapat ditarik kesimpulan akhir secara meyakinkan bahwa media permainan TyRi Moly terbukti sangat efektif dalam memberikan informasi, memperluas wawasan, serta mendongkrak pengetahuan remaja secara masif di Kabupaten PALI. Inovasi ini bukan sekadar alat permainan pengisi waktu luang biasa, melainkan sebuah instrumen edukasi taktis yang mampu mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas dan angkutan jalan demi melindungi masa depan generasi muda Indonesia dari risiko kecelakaan lalu lintas sejak dini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026