23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menembus Batas Aksesibilitas Ilmiah: Strategi Balitbangda PALI Menjadikan 'Faster Jas Lab' Katalisator Mutu Produk Daerah Pilihan 2: Gebrakan Inovasi OPD PALI: Bagaimana Fa

Penulis: Ika PS 15 July 2024 04:02 WIB Dilihat: 7 kali Komentar: 0
Menembus Batas Aksesibilitas Ilmiah: Strategi Balitbangda PALI Menjadikan 'Faster Jas Lab' Katalisator Mutu Produk Daerah  Pilihan 2: Gebrakan Inovasi OPD PALI: Bagaimana Fa

Di tengah deru kreativitas para inovator dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), muncul sebuah realitas pahit yang kerap menjadi tembok besar: produk-produk unggulan daerah seringkali berhenti di pasar lokal hanya karena ketiadaan label pengujian laboratorium yang sah. Tanpa sertifikasi resmi, impian untuk menembus pasar ritel modern dan mendapatkan legalitas izin edar nasional menjadi sangat jauh dari jangkauan. Menyikapi persoalan struktural tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten PALI meluncurkan langkah yang sangat taktis melalui inovasi Faster Jas Lab (Fasilitasi Terpadu Jasa Laboratorium).

Program yang diinisiasi oleh Khairiman, S.Pt., M.Si ini bukan sekadar upaya administratif biasa. Ia merupakan sebuah jembatan logistik dan ilmiah yang menghubungkan kegelisahan pelaku UMKM dengan standar kualitas industri nasional. Melalui Faster Jas Lab, pemerintah hadir untuk memangkas hambatan birokrasi dan biaya mahal yang selama ini membelenggu para inovator daerah dalam mengakses layanan pengujian laboratorium berskala nasional.

Kolaborasi Multipihak sebagai Solusi Cerdas

Keterbatasan anggaran pembangunan laboratorium fisik mandiri yang membutuhkan investasi masif tidak menyurutkan langkah Balitbangda PALI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Inovator justru mengambil jalan keluar yang jauh lebih lincah: mengintegrasikan jejaring pengujian dengan institusi-institusi papan atas. Dengan menggandeng Laboratorium IPB University, Universitas Sriwijaya (Unsri), serta laboratorium riset swasta seperti Sampoerna Agro, Balitbangda PALI berhasil menciptakan ekosistem pengujian yang kredibel tanpa harus membebani APBD dengan pembangunan fisik yang tidak efisien.

Strategi ini terbukti memberikan dampak signifikan. Setiap sampel produk, mulai dari pupuk organik, olahan tepung lokal, hingga produk inovasi berbasis tanaman obat, kini mendapatkan kesempatan yang sama untuk diuji parameternya oleh tangan-tangan ahli di laboratorium terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional). Masyarakat kini cukup menitipkan sampel ke Balitbangda PALI, dan seluruh proses pengiriman, pengujian, hingga penerbitan laporan hasil analisis dilakukan dengan pendampingan penuh oleh tim teknis.

Digitalisasi Layanan: Melampaui Sekadar Fasilitasi

Tidak berhenti pada aspek fisik layanan, Faster Jas Lab kini terus berevolusi mengikuti tuntutan zaman melalui digitalisasi. Peluncuran aplikasi pendukung menjadi bukti keseriusan Balitbangda PALI dalam meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan adanya sistem pemantauan berbasis digital, para pelaku usaha tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh atau menunggu kabar ketidakpastian. Mereka dapat memantau progres pengujian produknya secara real-time melalui sistem yang terintegrasi, yang pada akhirnya memberikan kepastian waktu dan transparansi biaya.

Langkah ini juga menjadi instrumen penting dalam mendukung semangat Open Government di PALI. Data-data ilmiah yang dihasilkan dari proses pengujian ini tidak hanya menjadi dokumen bagi pemilik produk, tetapi juga menjadi basis data bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pelatihan dan intervensi bantuan modal bagi UMKM yang dinilai memiliki potensi komersial tinggi.

Menanam Bibit Kemandirian Ekonomi

Keberhasilan Faster Jas Lab sejauh ini telah memfasilitasi puluhan produk unggulan untuk memiliki "paspor" kualitas yang layak jual. Hal ini membuktikan bahwa dengan inovasi pola pikir (mindset) dan kemauan untuk berkolaborasi, keterbatasan daerah bukanlah sebuah hambatan untuk meraih standar mutu kelas nasional.

Program ini kini telah menjelma menjadi sebuah lentera harapan bagi masyarakat PALI. Faster Jas Lab telah sukses merumuskan ulang peran Balitbangda—bukan lagi sekadar sebagai lembaga riset yang statis, melainkan menjadi mitra aktif yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Melalui sentuhan sains yang dipadukan dengan kebijakan publik yang lincah, PALI tengah melangkah pasti untuk memastikan bahwa setiap butir hasil bumi dan karya kreativitas masyarakatnya memiliki nilai tawar yang tinggi di pasar global, demi menjaga kemandirian dan kejayaan daerah di masa depan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026