24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menepis Gigitan Serangga Secara Alami: Eksplorasi Cerdas Dua Peneliti Muda PALI Meramu Serai Wangi Menjadi 'Citronella Spray'

Penulis: Ika PS 11 June 2024 08:52 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Menepis Gigitan Serangga Secara Alami: Eksplorasi Cerdas Dua Peneliti Muda PALI Meramu Serai Wangi Menjadi 'Citronella Spray'

Gangguan nyamuk di lingkungan rumah bukan sekadar memicu rasa gatal, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan keluarga akibat risiko penularan berbagai macam penyakit. Sadar akan bahaya penggunaan obat nyamuk berbahan kimia sintetis dalam jangka panjang, sebuah terobosan solutif lahir dari bangku sekolah. Dua siswi berprestasi dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Gadis Indianni dan Putri Aulia, sukses meluncurkan "Citronella Spray", sebuah produk cairan pelindung serbaguna yang memaksimalkan potensi alam dari tanaman serai wangi.

Inovasi produk non-digital yang ramah lingkungan ini diajukan dengan matang dalam ajang Lomba Penelitian Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kehadiran cairan antiseptik alami ini menjadi bukti nyata kepedulian para pelajar terhadap kesehatan preventif masyarakat, sekaligus sebagai alternatif produk perlindungan diri yang murah, efektif, dan sepenuhnya aman bagi saluran pernapasan manusia.

Mengisolasi Kekuatan Minyak Atsiri Penangkal Nyamuk

Lahirnya proyek Citronella Spray didasari oleh melimpahnya tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) di bumi Sumatra Selatan, yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebatas bumbu dapur atau tanaman pagar. Padahal, lewat pendekatan sains, tanaman herba ini diketahui merupakan gudang penyimpanan minyak atsiri berkualitas tinggi yang memiliki aroma khas yang sangat dibenci oleh serangga.

Secara biologis, minyak serai wangi mengandung zat aktif esensial seperti geraniol, sitronelal, metil heptenon, terpen, dan sitral. Senyawa-senyawa alami tersebut bertindak sebagai replan atau penolak alami yang sangat efektif untuk membingungkan sensor penciuman nyamuk sehingga mereka enggan mendekat. Pemanfaatan bahan organik ini sekaligus memotong rantai ketergantungan masyarakat terhadap zat kimia DEET yang biasa terkandung pada losion antinyamuk komersial.

Presisi Ekstraksi Rumahan: Dari Pencucian Hingga Filtrasi Steril

Menciptakan cairan spray yang murni dan memiliki daya tahan proteksi maksimal menuntut kedisiplinan dalam proses pengolahannya. Tahapan pembuatan diawali dengan mengumpulkan batang serai wangi segar, mencucinya berulang kali dengan air mengalir untuk menjamin kebersihan, kemudian mengeringkannya dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil agar minyak di dalam jaringan tanaman lebih mudah keluar.

Potongan serai wangi tersebut selanjutnya direbus di dalam air bersih dengan rasio dan suhu terukur untuk mengekstrak kandungan minyak atsirinya secara alami. Setelah proses perebusan selesai, larutan didinginkan secara bertahap sebelum memasuki fase filtrasi atau penyaringan ketat guna memisahkan ampas daun dengan cairan inti. Hasil ekstraksi yang jernih dan beraroma segar ini kemudian dikemas secara higienis ke dalam botol spray portabel yang praktis digunakan kapan saja dan di mana saja.

Potensi Substitusi Pasar dan Geliat Ekonomi Berbasis Komunitas

Jika ditinjau dari lanskap kewirausahaan, Citronella Spray memiliki potensi ekonomi sirkular yang sangat cerah di Kabupaten PALI. Bahan baku utamanya yang sangat murah dan mudah dibudidayakan membuat modal awal produksi menjadi sangat menekan kantong. Karakteristik ini membuka ruang keuntungan yang menjanjikan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun kelompok ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara finansial.

Selain menawarkan proteksi fisik dari gigitan nyamuk, produk ini dirancang memiliki fleksibilitas tinggi untuk dipasarkan melalui berbagai saluran, baik secara langsung di pasar tradisional maupun melalui perluasan jaringan digital di platform media sosial. Keberadaan Citronella Spray secara tidak langsung mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan keluarga tidak harus selalu mahal, melainkan bisa dimulai dengan mengoptimalkan apa yang disediakan oleh alam sekitar kita.

Sinergi Riset Sekolah Menuju Gaya Hidup Sehat dan Lestari

Keberhasilan Gadis Indianni dan Putri Aulia dalam meramu Citronella Spray menjadi bukti kuat berjalannya ekosistem riset yang sehat di SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi. Dukungan penuh serta bimbingan dari jajaran guru pengajar—Ibu Rismawarni, Ibu Reni Gustina, dan Bapak Yongki Adijaya—berhasil menjembatani rasa ingin tahu para siswa menjadi sebuah produk nyata yang siap diaplikasikan langsung ke tengah masyarakat.

Berdasarkan pengamatan berkala dan umpan balik dari para pengguna selama fase uji coba, produk ini mendapat respons yang sangat positif berkat aromanya yang menenangkan, tidak lengket di kulit, serta terbukti andal menghalau nyamuk. Citronella Spray bukan lagi sekadar cairan pengusir serangga biasa; ia adalah representasi dari sebuah ikhtiar mulia generasi muda di tanah PALI untuk mengajak masyarakat kembali ke pelukan alam, merawat raga secara aman, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih sehat dan bebas bahan kimia sintetik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026