13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Mengukir Prestasi Lewat Kreativitas: Bagaimana Inovasi "INDAHNYA PALI" Merevolusi Ekosistem Inovasi Daerah di Bumi Serepat Serasan

Penulis: Ika PS 24 July 2024 04:15 WIB Dilihat: 10 kali Komentar: 0
Mengukir Prestasi Lewat Kreativitas: Bagaimana Inovasi "INDAHNYA PALI" Merevolusi Ekosistem Inovasi Daerah di Bumi Serepat Serasan

Setiap inovasi besar di sebuah daerah sejatinya berawal dari keberanian untuk bertanya dan keinginan kuat untuk membenahi diri. Di tengah arus tantangan global yang menuntut efisiensi kerja dan kreativitas tinggi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyadari bahwa ketergantungan pada metode lama bukanlah jalan menuju kemajuan. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten PALI akhirnya mengambil langkah fundamental melalui "INDAHNYA PALI" (Inovasi Daerah Punya PALI)—sebuah desain sistem yang tidak hanya menampung ide, tetapi secara aktif memancing, mendampingi, dan mematangkan gagasan dari seluruh elemen masyarakat.

Program yang dipimpin oleh Hanif S. Affandi, S.Pt., M.Si ini menempatkan inovasi sebagai napas baru dalam tata kelola daerah. INDAHNYA PALI hadir bukan sekadar sebagai pemanis administratif, melainkan sebagai wadah operasional yang terukur untuk menjaring talenta-talenta lokal, baik dari kalangan aparatur sipil negara maupun masyarakat umum, agar ide-ide mereka dapat bertransformasi menjadi solusi nyata bagi permasalahan publik.

Mengubah Paradigma: Dari Rutinitas Menuju Kreativitas

Banyak daerah terjebak dalam pola "business as usual," namun PALI memilih arah yang berbeda. Hanif S. Affandi memahami bahwa inovasi tidak akan tumbuh subur di tanah yang kering akan apresiasi. Oleh karena itu, INDAHNYA PALI didesain untuk menjadi "hujan" bagi benih-benih gagasan tersebut. Melalui pendekatan yang humanis dan inklusif, program ini menciptakan ruang dialog di mana setiap ide, sekecil apa pun, dihargai dan dievaluasi kelayakannya secara profesional.

Strategi ini terbukti jitu. Dengan memanfaatkan media digital sebagai kanal komunikasi utama, Balitbangda PALI berhasil memutus sekat-sekat hierarki yang selama ini menghambat arus komunikasi antara inovator dan pengambil kebijakan. Masyarakat kini tidak lagi merasa canggung untuk menyampaikan gagasannya, karena Balitbangda telah membuka diri melalui kanal sosialisasi yang mudah dijangkau dan dipahami oleh siapa saja.

Sistematis, Terukur, dan Berkelanjutan

Sisi menarik dari INDAHNYA PALI terletak pada metodologinya yang berlapis namun tetap mudah diaplikasikan. Tahapan dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi ajang "bedah ide," di mana isu-isu strategis dibahas secara tajam untuk dicari solusinya. Setelah ide tersebut tersaring, Balitbangda memberikan asistensi intensif berupa coaching clinic. Pendampingan ini memastikan bahwa setiap inovasi yang diusulkan memiliki pondasi ilmiah yang kuat, legalitas yang jelas, serta kebermanfaatan yang teruji.

Puncak dari rangkaian ini adalah kompetisi lomba inovasi yang tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemberian penghargaan, tetapi juga sebagai ruang validasi. Inovasi-inovasi yang menang tidak dibiarkan berhenti di atas piala, namun terus didorong oleh tim Balitbangda untuk mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi maupun nasional. Inilah yang menjadi kunci utama mengapa jumlah inovasi di PALI melonjak drastis dan menempatkan daerah ini sebagai salah satu kabupaten yang paling diperhitungkan dalam peta inovasi nasional.

Menanamkan Budaya Inovasi sebagai Investasi Jangka Panjang

Dampak dari program INDAHNYA PALI terasa nyata pada peningkatan indeks inovasi daerah yang signifikan. Dari yang tadinya bersifat pasif, kini PALI telah bertransformasi menjadi daerah yang haus akan pembaruan. Keberhasilan ini bukan hanya tentang angka-angka dalam laporan, melainkan tentang perubahan mentalitas para aparatur dan warga dalam memandang masalah sebagai tantangan yang harus dipecahkan secara cerdas.

Ke depan, melalui integrasi teknologi aplikasi yang lebih canggih dan penguatan kolaborasi melalui prinsip Open Government Partnership (OGP), INDAHNYA PALI terus dipersiapkan untuk menjadi warisan budaya kerja yang permanen. Dengan terus mengedepankan keterbukaan dan semangat kolaborasi, program ini membuktikan bahwa PALI sedang menata fondasi kemajuannya sendiri dengan cara yang elegan: menumbuhkan benih inovasi dari tangan masyarakatnya sendiri demi mewujudkan masa depan Bumi Serepat Serasan yang jauh lebih cerdas dan mandiri.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026