12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menjemput Bahagia Tanpa Canggung: Lewat "Chat-In CATIN", Edukasi Pranikah Kini Ada di Genggaman

Penulis: Ika PS 05 January 2025 02:23 WIB Dilihat: 7 kali Komentar: 0
Menjemput Bahagia Tanpa Canggung: Lewat "Chat-In CATIN", Edukasi Pranikah Kini Ada di Genggaman

Hiruk-pikuk persiapan pernikahan sering kali membuat pasangan calon pengantin (catin) terjebak pada urusan seremonial semata. Mulai dari pusing memilih warna dekorasi, sibuk menyebar undangan, hingga fitting baju pengantin yang menguras waktu dan tenaga. Sayangnya, di tengah segala kepanikan mewujudkan "pesta sehari" tersebut, persiapan terpenting untuk "hidup selamanya"—yakni kesiapan fisik, kecukupan gizi, dan kematangan mental—justru sering terlupakan. Waktu yang sempit, jadwal kerja yang padat, serta rasa canggung untuk berkonsultasi langsung ke fasilitas kesehatan membuat edukasi pranikah acap kali dikesampingkan.

Melihat celah masalah ini, Eni Isro, Am. Keb., seorang inovator dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tak tinggal diam. Melalui ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, ia menggagas sebuah terobosan layanan cerdas bernama Chat-In CATIN (Chat Interaktif Calon Pengantin). Mengusung tagline yang manis dan humanis, "Teman Sehat Sebelum Akad", inovasi ini hadir untuk menjawab keresahan akan minimnya pemahaman calon pengantin terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi.

Bukan aplikasi baru yang rumit dan memakan memori gawai, Chat-In CATIN dengan cerdik memanfaatkan platform digital yang sudah sangat akrab di genggaman masyarakat: WhatsApp. Lewat integrasi data bersama KUA dan bidan desa, calon pengantin yang mendaftar nikah akan langsung diajak bergabung ke dalam grup atau saluran obrolan yang dikelola resmi oleh tim kesehatan profesional, seperti dokter dan bidan.

Di ruang virtual inilah keajaiban pendekatan itu terjadi. Rasa malu dan canggung yang biasanya muncul saat harus bertanya tatap muka seketika runtuh. Calon pengantin bisa dengan leluasa berinteraksi dua arah dan bertanya tentang hal-hal krusial—mulai dari masalah berat badan (underweight/obesitas), persiapan gizi, hingga skrining penyakit menular—dengan privasi yang tetap terjaga. Bagi mereka yang tak punya waktu karena sibuk bekerja, notifikasi dari Chat-In CATIN ibarat alarm pengingat sekaligus teman diskusi yang tidak menghakimi.

Inovasi ini nyatanya tak hanya menjadi oase bagi para calon pengantin, tetapi juga angin segar bagi sistem pelayanan puskesmas. Dengan metode yang hemat biaya operasional namun responsif, Puskesmas Air Itam berhasil mendata tren kunjungan dan kebutuhan catin secara lebih sistematis. Upaya "jemput bola" digital ini terbukti efektif dalam menjangkau sasaran yang sebelumnya sulit disentuh oleh metode penyuluhan satu arah yang konvensional.

Melalui Chat-In CATIN, Eni Isro dan tim Puskesmas Air Itam membuktikan bahwa inovasi tak melulu soal menciptakan mesin medis yang canggih. Terkadang, inovasi terbaik lahir dari empati dan kepekaan untuk memeluk kebiasaan baru masyarakat. Sebab, pernikahan yang ideal bukan sekadar diukur dari seberapa megah pelaminannya, tetapi dari seberapa siap dua insan merencanakan masa depan keluarga yang sehat, tangguh, dan bahagia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026