Selamat Tinggal Mata Perih! Inovasi "SI CAHANG" Hadirkan Revolusi Cincang Bawang untuk UMKM
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Bawang merah dan bawang putih adalah nyawa bagi hampir seluruh kuliner Nusantara. Namun, proses mengupas dan mencacahnya sering kali menjadi "bencana kecil" di dapur; memakan waktu lama, membuat mata perih berair, dan hasil potongannya kerap tidak seragam.
Permasalahan ini nyatanya sangat memengaruhi produktivitas, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner maupun industri makanan rumahan. Menjawab keresahan tersebut, lahirlah sebuah inovasi teknologi tepat guna bernama SI CAHANG, yang merupakan akronim dari Sistem Inovatif Pencacah Bawang Guna Efisiensi dan Higienitas.
Inovasi cerdas ini diinisiasi oleh Davin Asmiran dan Bintang Wahyu S.S., siswa dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten PALI, di bawah bimbingan para guru. Melalui ajang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025, SI CAHANG hadir sebagai solusi murah, mudah, dan higienis untuk merevolusi urusan dapur.
Cara Kerja Sederhana, Hasil Luar Biasa
SI CAHANG tidak membutuhkan mesin besar atau daya listrik raksasa. Alat ini dirancang secara kompak menggunakan dinamo motor listrik kecil berdaya rendah (di bawah 100 watt), pisau putar (mata cutter), dan wadah tertutup berbahan plastik food grade (aman untuk makanan).
Cara pengoperasiannya sangat praktis: cukup masukkan bawang ke dalam wadah, tutup rapat, dan tekan saklar daya. Proses pencacahan berlangsung sangat cepat, hanya dalam rentang waktu 15 hingga 20 detik saja.
Jika dibandingkan dengan cara manual, alat ini menawarkan efisiensi waktu yang fantastis:
Sebelum Inovasi: Mencacah 1 kilogram bawang secara manual membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Sesudah Inovasi (Memakai SI CAHANG): Mencacah 1 kilogram bawang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 menit saja. Ini berarti ada efisiensi waktu hingga 80%.
Selain sangat menghemat waktu, pengguna juga tidak perlu lagi merasakan iritasi mata akibat zat sulfur (uap bawang) karena alat ini bekerja dalam sistem wadah tertutup. Desain tertutup ini juga mencegah cacahan bawang tercecer sehingga menjamin tingkat higienitas makanan.
Murah Meriah dan Siap Diproduksi Massal
Salah satu keunggulan terbesar dari SI CAHANG adalah biaya perakitannya yang sangat murah. Komponen pembuatannya terbilang mudah ditemukan dengan anggaran yang sangat minim, yakni hanya Rp89.000 saja per unitnya (belum termasuk estimasi biaya jika diproduksi massal yang berkisar Rp500.000 per unit, namun angka ini masih jauh lebih murah dari alat industri). Bentuknya yang ringkas membuat alat ini tidak memakan banyak tempat dan cocok untuk dapur yang sempit sekalipun.
Dalam tahap uji coba yang berlangsung sejak pertengahan Mei 2025, sebanyak 10 unit alat prototipe ini telah didistribusikan kepada beberapa pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. Hasilnya sangat positif: produktivitas dapur meningkat hingga 5 sampai 7 kali lipat, hasil potongan lebih halus dan seragam, serta keluhan mata perih atau kelelahan pun hampir tidak ada.
Mendapat Perhatian dan Langsung Direplikasi
Dampak nyata dari SI CAHANG langsung mengundang perhatian publik. Inovasi teknologi SI CAHANG membuktikan bahwa ide-ide sederhana namun terarah dapat memberikan dampak yang sangat besar. Inisiatif ini tidak hanya mendukung produktivitas dan membebaskan para ibu serta pelaku usaha dari keluhan iritasi mata, tetapi juga turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!