25 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

STIGAPU: Meracik Sabun Ramah Lingkungan dari Kebun Sekolah, Wujud Kemandirian Ekonomi Siswa SMPN 3 Penukal Utara

Penulis: Ika PS 16 July 2025 09:36 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
STIGAPU: Meracik Sabun Ramah Lingkungan dari Kebun Sekolah, Wujud Kemandirian Ekonomi Siswa SMPN 3 Penukal Utara

Keresahan akan dampak jangka panjang bahan kimia sintetis yang terkandung dalam sabun cuci piring komersial—mulai dari iritasi kulit hingga pencemaran lingkungan—menjadi titik awal bagi sekelompok pelajar kreatif di SMPN 3 Penukal Utara. Melihat potensi melimpah tanaman lokal di kebun sekolah yang selama ini hanya tumbuh sebagai penghias, mereka pun berinisiatif mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomis yang aman sekaligus ramah lingkungan. Lahirlah STIGAPU (Sabun Cuci Piring dari Tanaman Sirih, Jeruk Nipis, dan Pandan).

Inovasi yang diusung oleh M. Iqsan dan Dira Lestari ini bukan sekadar proyek sains sekolah, melainkan sebuah aksi nyata dalam membudayakan perilaku hidup bersih sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa melalui unit usaha OSIS.

Memanfaatkan Kekayaan Alam di Halaman Sendiri

Di balik kesederhanaannya, STIGAPU menyimpan formulasi yang cerdas. Tanaman sirih (Piper betle L.) dimanfaatkan karena sifat antibakteri alaminya yang kuat, sementara jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) diandalkan sebagai agen pelarut lemak dan penghilang bau amis yang efektif. Tak ketinggalan, daun pandan (Pandanus amaryllifolius) memberikan sentuhan aroma wangi alami yang menyegarkan.

Proses peracikan dilakukan secara higienis melalui perebusan bahan-bahan alami pada suhu optimal untuk menjaga kandungan zat aktifnya. Untuk memastikan performa pembersihan yang setara dengan produk komersial—terutama dalam menciptakan busa dan mengangkat lemak membandel—mereka menambahkan Texapon sebagai surfaktan ringan yang aman. Hasilnya adalah sabun cuci piring yang lembut di tangan namun tangguh melawan kotoran di peralatan makan.

Dampak Nyata: Dari Kebun untuk Kemandirian Ekonomi

Penerapan STIGAPU membawa perubahan paradigma di lingkungan SMPN 3 Penukal Utara. Jika sebelumnya sabun cuci piring harus dibeli secara rutin, kini sekolah mampu memproduksi sendiri dengan biaya yang sangat ekonomis. Lebih dari sekadar penghematan, inovasi ini menjadi sarana edukasi praktis yang mengubah pandangan siswa terhadap potensi lahan sekolah yang selama ini dianggap biasa saja.

Dengan sistem produksi yang terukur, STIGAPU kini menjadi produk unggulan unit usaha OSIS. Siswa terlibat langsung mulai dari pemanenan tanaman di kebun, proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Hal ini tidak hanya mengurangi jejak limbah kimia di lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan yang sangat berharga untuk masa depan mereka.

Sebagai strategi keberlanjutan, tim inovator terus melakukan evaluasi berkala berdasarkan umpan balik pengguna. Langkah ini memastikan bahwa STIGAPU tidak hanya menjadi produk sesaat, tetapi sebuah fondasi kemandirian ekonomi bagi OSIS dan model edukasi lingkungan yang aplikatif bagi seluruh warga sekolah di Kabupaten PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026