24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Ubah Limbah Menjadi Solusi: DIY Dispenser Karya Pelajar PALI Hadirkan Inovasi Ramah Lingkungan Berbiaya Terjangkau

Penulis: Ika PS 30 June 2025 07:43 WIB Dilihat: 10 kali Komentar: 0
Placeholder

Kreativitas generasi muda dalam memanfaatkan barang bekas terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepedulian terhadap tingginya limbah plastik dan mahalnya harga peralatan rumah tangga, dua pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Febi Aryani Vabela dan Naurah Puma Phalosa, menghadirkan inovasi DIY Dispenser, sebuah dispenser sederhana yang dibuat dari bahan daur ulang dengan konsep hemat biaya dan ramah lingkungan.

Inovasi ini menjadi salah satu peserta dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2025 kategori Pelajar. Melalui pemanfaatan bahan-bahan bekas yang mudah diperoleh, inovasi ini membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi praktis dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Memanfaatkan Barang Bekas Menjadi Produk Bernilai Guna

Meningkatnya jumlah limbah plastik menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian bersama. Di sisi lain, harga dispenser air yang relatif mahal masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Melihat kondisi tersebut, lahirlah gagasan untuk menciptakan dispenser sederhana dengan memanfaatkan botol plastik, kardus bekas, selang, pompa air mini, dan komponen sederhana lainnya.

Melalui inovasi ini, barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang fungsional, ekonomis, dan memiliki nilai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung Konsep Hemat, Praktis, dan Ramah Lingkungan

DIY Dispenser dirancang dengan mekanisme yang sederhana sehingga mudah dibuat dan digunakan. Selain memanfaatkan bahan daur ulang, alat ini juga memiliki biaya pembuatan yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dispenser konvensional.

Dalam proses pengembangannya, tim melakukan tahapan perancangan desain, pemilihan bahan, perakitan komponen, pengujian fungsi, hingga evaluasi terhadap kinerja alat. Hasilnya, dispenser mampu menampung air minum dengan mekanisme pengeluaran air yang sederhana, stabil saat digunakan, dan mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna.

Menumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

Inovasi ini tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mendorong pelajar untuk berpikir kreatif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Proses pembuatan dispenser memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan konsep rekayasa sederhana sekaligus mengenalkan pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas agar memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik juga dilatih untuk bekerja sama, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Berpotensi Dikembangkan sebagai Inovasi Berkelanjutan

DIY Dispenser memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan peningkatan kapasitas, penggunaan material yang lebih tahan lama, maupun penambahan sistem penyaringan air agar manfaatnya semakin luas. Selain dapat dimanfaatkan di lingkungan rumah tangga, inovasi ini juga berpotensi diterapkan pada kegiatan edukasi daur ulang di sekolah maupun masyarakat.

Melalui inovasi ini, pelajar membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui karya sederhana yang memberikan manfaat nyata. Dengan semangat kreativitas dan inovasi, limbah tidak lagi dipandang sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi solusi yang bernilai bagi masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026