24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Vakum Berdaya Guna: Menyulap Limbah Menjadi Solusi Kebersihan yang Ekonomis

Penulis: Ika PS 22 May 2025 02:05 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Di sudut laboratorium sekolah, barang-barang yang sering dianggap sampah—botol plastik bekas, kaleng minuman, dan potongan selang—bertransformasi menjadi perangkat teknologi yang sangat berguna. Bagi banyak orang, benda-benda tersebut adalah limbah yang berakhir di tempat pembuangan. Namun, bagi dua pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Fauzan Damar Bagus dan Rahmad Farhan Aljamy, barang-barang tersebut adalah bahan baku untuk sebuah solusi cerdas: Vakum Dari Bahan Bekas.

Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini lahir dari pengamatan sederhana terhadap realitas keseharian. Vacuum cleaner konvensional dikenal sebagai alat pembersih yang efektif, namun harganya seringkali tidak terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, belum lagi konsumsi listriknya yang cukup besar. Sementara itu, tumpukan sampah plastik di lingkungan sekitar menjadi pemandangan yang tidak mengenakkan. Fauzan dan Rahmad ingin membuktikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak harus mahal, dan sampah bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai.

Mengubah Sampah Menjadi Mesin Penyedot

Proses perancangan alat ini adalah perpaduan antara kreativitas dan prinsip dasar fisika. Inti dari vakum sederhana ini adalah pemanfaatan motor listrik kecil—yang mereka dapatkan dari barang elektronik bekas—untuk menciptakan tekanan udara negatif. Botol plastik dan kaleng bekas dimanfaatkan sebagai wadah penampung debu sekaligus bodi utama alat.

Dengan tangan terampil, mereka merakit komponen-komponen tersebut menjadi sebuah sistem penyedot yang fungsional. Tantangan terbesar, menurut mereka, adalah memastikan daya hisap tetap optimal. Setelah beberapa kali percobaan dan modifikasi pada posisi motor serta kerapatan segel wadah, mereka berhasil menciptakan alat yang mampu menyedot debu ringan dan kotoran kecil di permukaan meja maupun lantai.

Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Vakum ini bukan hanya tentang daya hisap, tetapi tentang pergeseran pola pikir. Inovasi ini menawarkan solusi "ekonomi sirkular" dalam skala kecil. Setiap komponen yang digunakan adalah barang yang seharusnya sudah dibuang. Dengan cara ini, Fauzan dan Rahmad berhasil menekan biaya produksi hingga ke titik terendah.

Lebih dari sekadar fungsi pembersih, alat ini menjadi media edukasi yang efektif tentang daur ulang. Masyarakat yang melihat alat ini secara langsung sering kali terkejut bahwa botol plastik dan motor mainan bekas bisa menjalankan fungsi layaknya alat elektronik yang dijual di toko. Melalui demonstrasi dan sosialisasi, tim inovator ini berharap bisa menginspirasi teman sebaya dan masyarakat luas untuk tidak terburu-buru membuang sampah mereka, melainkan melihat potensi di baliknya.

Di masa depan, Fauzan dan Rahmad berencana untuk terus menyempurnakan purwarupa ini, mulai dari meningkatkan efisiensi motor hingga memperkuat material penyaring agar debu tidak kembali terlepas ke udara. Vakum buatan mereka adalah bukti bahwa inovasi daerah tidak selalu memerlukan laboratorium canggih; yang dibutuhkan hanyalah kepedulian terhadap masalah di sekitar kita dan keberanian untuk mengubah sampah menjadi solusi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026