Atasi Rendahnya Literasi, Guru di PALI Sulap Pelajaran Kimia Jadi Komik Digital Berbasis AI
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR — Pelajaran Kimia yang kerap dianggap sulit, abstrak, dan penuh rumus kini berubah menjadi bacaan yang menyenangkan bagi siswa kelas X SMAN 1 Talang Ubi. Handayani, M.Pd., seorang guru Kimia di sekolah tersebut, berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran berupa "Komik Digital Edukatif" yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025. Inovasi ini lahir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi rendahnya minat baca siswa sekaligus memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.
Berawal dari Rapor Pendidikan yang Menurun
Pengembangan komik digital ini tidak lepas dari hasil evaluasi Rapor Pendidikan SMAN 1 Talang Ubi. Data menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa masih tergolong kurang dan kualitas pembelajaran berada pada kategori sedang. Beberapa masalah utama yang melatarbelakangi lahirnya inovasi ini antara lain:
Kurangnya buku bacaan penunjang yang menarik bagi siswa di sekolah.
Buku teks kimia cenderung padat, teknis, dan sukar dipahami.
Siswa kesulitan menyerap konsep abstrak kimia seperti struktur atom maupun jenis reaksi kimia.
Rendahnya motivasi dan fokus siswa dalam membaca buku.
"Pembelajaran kimia di tingkat Sekolah Menengah sering kali dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak dan banyaknya rumus kimia yang harus dihafal sehingga menyebabkan siswa malas dan tidak termotivasi," ungkap Handayani dalam laporannya.
Integrasi Teknologi: Dari ChatGPT hingga Flipbook
Untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning), Handayani memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam menyusun komiknya. Proses pembuatannya menggabungkan alur cerita yang lekat dengan keseharian siswa, tokoh-tokoh lokal, serta latar lingkungan sekolah atau laboratorium.
Berikut adalah tahapan inovasi komik digital tersebut:
Guru membuat gambar dan alur cerita menggunakan teknologi Chat GPT.
Desain kemudian disunting agar lebih menarik menggunakan aplikasi Canva.
Hasil akhir diunggah ke platform FlipHTML5 sehingga berbentuk flipbook interaktif.
Siswa dapat mengakses komik tersebut di mana saja dan kapan saja hanya dengan memindai barcode (kode QR) atau mengeklik tautan melalui gawai pintar mereka.
Materi yang diangkat dalam komik mencakup topik-topik krusial kelas X, seperti teori atom, sistem periodik unsur, tata nama senyawa, jenis-jenis reaksi kimia, dan hukum dasar kimia.
Disambut Antusias, Mayoritas Siswa Merasa Terbantu
Penerapan komik digital di kelas X.1 SMAN 1 Talang Ubi membuahkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi aspek literasi membaca, siswa terbukti memiliki kemampuan yang tinggi dalam "Menemukan Informasi", yakni mampu mengidentifikasi fakta, istilah, atau proses yang terdapat dalam panel komik.
Umpan balik dari siswa juga menunjukkan lonjakan motivasi belajar yang signifikan:
Sebanyak 97,5% siswa menyatakan bahwa komik digital lebih menarik dibandingkan buku teks kimia biasa.
Sebanyak 96,7% siswa merasa lebih tertarik belajar kimia dengan menggunakan komik digital.
Sebanyak 98,3% siswa merasa komik digital membantu mereka untuk belajar secara mandiri.
Sebanyak 78,3% siswa mengaku menjadi lebih bersemangat dalam belajar kimia.
Dukungan Sekolah dan Strategi Keberlanjutan
Inovasi ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SMAN 1 Talang Ubi, Ahmad Koryani. Beliau secara langsung memotivasi guru-guru lain untuk ikut memanfaatkan teknologi AI dalam membuat komik digital di mata pelajaran masing-masing.
Ke depannya, inovasi ini tidak hanya akan berhenti di satu kelas. Handayani berencana untuk membagikan praktik baik ini kepada forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di tingkat Kabupaten PALI maupun Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, komik-komik ini rencananya akan dikembangkan menjadi buku fisik untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah, memastikan literasi membaca siswa terus tumbuh secara berkelanjutan
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!