12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

BEDAK BEDUK: Menata Keberkahan Ramadan, Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Penulis: Ika PS 22 June 2025 10:34 WIB Dilihat: 8 kali Komentar: 0
Placeholder

Ramadan bukan sekadar bulan penuh ibadah, melainkan juga musim di mana denyut nadi ekonomi kerakyatan berdetak paling kencang di jalanan. Sore hari menjelang berbuka adalah momen kerumunan, di mana aroma kolak dan gorengan memenuhi udara. Namun, dahulu, keramaian ini sering kali menyisakan cerita semrawut: pedagang yang berjualan di bahu jalan tanpa izin, tumpukan sampah yang tak terurus, hingga kemacetan lalu lintas yang melelahkan bagi pengguna jalan.

Menyadari bahwa keteraturan adalah kunci kenyamanan, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadirkan inovasi BEDAK BEDUK (Berburu Dagangan Khas Belanja Enak Dukung Kuliner Lokal). Inovasi ini hadir bukan untuk membatasi ruang gerak pedagang, melainkan untuk mengubah ketidakteraturan menjadi sebuah bazar takjil yang terpusat, bersih, dan strategis.

Ruang Bersama untuk Sukses yang Berkelanjutan

Secara teknis, BEDAK BEDUK adalah solusi intervensi pemerintah dalam menyediakan ruang usaha yang terkendali selama bulan Ramadan. Dinas Koperasi dan UKM tidak hanya memberikan izin, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan dasar pedagang, mulai dari tenda, meja, tempat sampah, hingga sistem penerangan yang layak. Dengan pengaturan lokasi yang strategis, pedagang kini dapat menjajakan dagangannya tanpa perlu khawatir akan penertiban, dan pembeli dapat menikmati suasana belanja yang tertata rapi serta higienis.

Inovasi ini mengubah paradigma pasar takjil yang semula dianggap sebagai penyebab kemacetan menjadi sebuah simbol kebanggaan daerah. Integrasi antara UMKM, pemerintah, dan masyarakat menciptakan suasana Ramadan yang kooperatif dan damai.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Hasil dari inisiatif ini sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha mikro. Melalui pengaturan yang terpadu, kepercayaan konsumen meningkat, yang berdampak langsung pada kenaikan omzet pedagang sebesar 30-50% selama satu bulan penuh. Bagi para pelaku usaha, BEDAK BEDUK adalah panggung di mana produk-produk kuliner lokal PALI mendapatkan perhatian yang layak dari masyarakat luas.

Inovasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen daerah terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, menciptakan ruang kota yang aman dan nyaman, serta membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Pemerintah PALI telah membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, tradisi musiman bisa dikelola menjadi penggerak ekonomi yang sangat produktif.

"BEDAK BEDUK hadir agar momen berbuka menjadi lebih bermakna tanpa harus mengorbankan ketertiban. Kami percaya bahwa kebersihan dan kenyamanan adalah bahan utama dalam menyajikan keberkahan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal."

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026