13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Dari Predikat 'Kurang' Menjadi Gemilang: Inovasi GELAP Sukses Dongkrak Literasi Siswa SMPN 3 Penukal Utara

Penulis: Ika PS 21 January 2026 08:37 WIB Dilihat: 21 kali Komentar: 0
Dari Predikat 'Kurang' Menjadi Gemilang: Inovasi GELAP Sukses Dongkrak Literasi Siswa SMPN 3 Penukal Utara

PENUKAL UTARA — Tantangan rendahnya tingkat literasi masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Namun, sebuah langkah inspiratif berhasil diwujudkan oleh sebuah sekolah di wilayah pedesaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Seorang pendidik bernama Vendra dari SMPN 3 Penukal Utara berhasil menggagas sebuah inovasi bernama Gerakan Literasi Pagi atau yang disingkat "GELAP". Inovasi ini diikutsertakan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 pada Kategori Bidang Pendidikan.

Tantangan Literasi di Pelosok Desa

Sebelum inovasi GELAP diterapkan, SMPN 3 Penukal Utara dihadapkan pada kenyataan pahit terkait rendahnya kemampuan literasi peserta didiknya. Hal ini terbukti dari Rapor Pendidikan tahun 2024 yang menunjukkan capaian literasi sekolah tersebut berada pada level "kurang".

Kondisi tersebut dipicu oleh beberapa kendala utama di lapangan:

Sekolah tidak memiliki fasilitas perpustakaan sehingga kesulitan menyediakan bahan bacaan berkualitas.

Akses internet yang kurang memadai membuat peserta didik kesulitan mencari sumber bacaan yang bervariasi.

Materi bacaan yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan minat dan budaya lokal, sehingga peserta didik kurang termotivasi untuk membaca.

Strategi GELAP dan Pendekatan Sosiokognitif

Untuk menjawab tantangan tersebut, program GELAP dirancang berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik. Program ini menerapkan pendekatan sosiokognitif yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan pengembangan pemikiran kritis.

Pelaksanaan program GELAP mencakup beberapa aktivitas harian, yaitu:

Sesi Membaca Pagi: Peserta didik membaca buku yang disesuaikan dengan level literasi dan gaya belajar mereka.

Diskusi Kecil: Peserta didik berdiskusi tentang apa yang telah dibaca untuk melatih kemampuan berbicara dan berpikir kritis.

Refleksi: Peserta didik merenungkan isi bacaan untuk memahami nilai atau pesannya.

Mencatat: Peserta didik menuliskan intisari bacaan pada buku laporan dan meminta masukan dari pendidik.

Pemilihan bahan bacaan disesuaikan menggunakan metode Semua Anak Cerdas (SAC) dari UNRAM, yang mengelompokkan siswa ke dalam lima level membaca: pemula, huruf, kata, paragraf, dan cerita.

Lahirkan Buku "Belajar Indonesia" Ber-ISBN

Luar biasanya, inovasi GELAP ini didanai secara mandiri oleh Vendra sebagai bentuk komitmen pribadinya terhadap kemajuan literasi sekolah. Dari inovasi ini, Vendra Ardiansyah dan Yuliana sukses menyusun sebuah buku bacaan bertajuk Belajar Indonesia.

Buku tersebut telah resmi memiliki ISBN (978-634-04-1045-7) dan diterbitkan pada bulan Juli 2025 oleh CV. Era Digital Nusantara.

Materi dalam buku ini difokuskan pada level cerita dan gaya belajar normal, yang mencakup 87,5% dari total peserta didik.

Buku ini mengangkat topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, keberagaman budaya, dan kekayaan kuliner daerah untuk menarik minat baca peserta didik.

Lonjakan Capaian Literasi dan Penghargaan Nasional

Kerja keras melalui inovasi GELAP terbukti tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2025, sebanyak 80% peserta didik SMPN 3 Penukal Utara telah berhasil mencapai kompetensi minimum dalam literasi membaca.

Capaian ini melonjak drastis sebesar 61,82% dibandingkan tahun 2024, di mana sebelumnya hanya 18,18% peserta didik yang mampu mencapai kompetensi minimum tersebut.

Berkat lonjakan kualitas pembelajaran yang signifikan ini, SMPN 3 Penukal Utara dianugerahi dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Kemajuan Terbaik. Penghargaan bergengsi ini hanya diberikan kepada 15% satuan pendidikan dengan kinerja terbaik di seluruh Indonesia yang berhasil meningkatkan indikator kualitas pembelajarannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026