Inovasi "SINGA GANAS" dari PALI: Cara Jitu Puskesmas Abab Lindungi Pelajar dari Bahaya Rokok
PALI – Perilaku merokok kini tidak lagi dimonopoli oleh orang dewasa. Banyak remaja dan anak usia sekolah yang tanpa sadar telah terjerat dalam kebiasaan buruk ini. Menyadari ancaman serius terhadap generasi penerus bangsa, Puskesmas Abab di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melahirkan sebuah inovasi berani bernama "SINGA GANAS".
Diinisiasi oleh tenaga kesehatan Satriyanto, S.Kep., "SINGA GANAS" merupakan singkatan dari Scrining Perilaku Merokok Bagi Anak Sekolah Usia 10-18 Tahun. Program ini dirancang bukan sekadar untuk mencari tahu siapa yang merokok, melainkan sebagai langkah nyata mempromosikan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) dan memfasilitasi pelajar yang ingin berhenti merokok.
Pendekatan Kekinian Lewat Barcode dan Edukasi
Berbeda dengan cara-cara konvensional, inovasi SINGA GANAS menyasar anak-anak usia sekolah (dari SD kelas 4 hingga kelas 12 SMA) dengan metode yang sangat relatable atau dekat dengan keseharian mereka, yakni menggunakan gawai (HP Android).
Saat petugas kesehatan mengunjungi sekolah, mereka tidak hanya memberikan ceramah, tetapi mengajak siswa untuk melakukan screening mandiri dengan cara memindai ( scan ) Barcode atau mengakses tautan (link) Google Form yang telah disediakan. Formulir digital tersebut berisi sejumlah kuesioner seputar kebiasaan, frekuensi, alasan merokok, hingga tingkat paparan asap rokok di lingkungan sekitar siswa.
Setelah siswa mengisi kuesioner, petugas langsung memberikan feedback (umpan balik) dan edukasi interaktif mengenai bahaya rokok secara medis maupun psikologis. Hasil dari screening ini kemudian dilaporkan secara transparan kepada pihak sekolah sebagai bahan evaluasi bersama.
Konseling Lanjutan hingga Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO)
Keunggulan SINGA GANAS tidak berhenti pada tahap screening. Dari data yang terkumpul, siswa yang terindikasi memiliki kebiasaan merokok akan langsung mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Puskesmas Abab memfasilitasi konseling dan merujuk siswa tersebut ke program Upaya Berhenti Merokok (UBM) di klinik puskesmas. Di sana, siswa tidak hanya diberi nasihat, tetapi juga dilakukan pemeriksaan menggunakan alat CO Analyzer. Alat ini berfungsi untuk mengukur kadar karbon monoksida (CO) dalam napas, sehingga petugas dapat secara akurat mengidentifikasi status perokok aktif maupun pasif serta tingkat keparahannya.
Capaian Mengesankan, Bukti Efektivitas Program
Sejak inovasi ini digulirkan, target pencapaian screening di sekolah-sekolah melonjak drastis. Data menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan:
Pada tahun 2024, dari total 19 SD, 7 SMP, dan 5 SMA yang dikunjungi, jumlah siswa yang berhasil di-screening mencapai 482 orang. Dari jumlah tersebut, 12 orang menjalani pemeriksaan CO, dan 5 di antaranya ditemukan memiliki kadar CO tinggi.
Memasuki tahun 2025, jangkauan program meluas tajam. Jumlah siswa yang mengikuti screening meningkat dua kali lipat menjadi 1.021 orang. Pemeriksaan CO dilakukan terhadap 30 siswa, dengan penemuan 21 orang memiliki angka CO tinggi.
Peningkatan angka penemuan ini menunjukkan bahwa alat dan metode skrining bekerja sangat efektif dalam mengungkap fenomena "gunung es" perokok remaja yang selama ini tersembunyi.
Kolaborasi Demi Masa Depan Generasi Sehat
Inovasi SINGA GANAS membuktikan bahwa masalah kesehatan remaja tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara Puskesmas, Dinas Pendidikan, pihak Sekolah, guru, hingga orang tua siswa.
Melalui SINGA GANAS, Puskesmas Abab telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan mencegah kebiasaan merokok sedari dini, kita tidak hanya menyelamatkan kualitas fisik dan mental anak-anak, tetapi juga meningkatkan konsentrasi dan produktivitas belajar mereka, sekaligus menekan beban biaya pengobatan penyakit di masa depan.
Sebagaimana jargon yang diusung oleh Puskesmas Abab: "Anda bisa menyelamatkan tidak hanya hidup Anda, tetapi hidup banyak orang lain juga!".
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!