12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

KEMAS BUMI CINTA (Kunjungan dan Temu Kelas Ibu Hamil Cegah Kematian Maternal dan Neonatal).

Penulis: Ika PS 23 May 2025 08:34 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
KEMAS BUMI CINTA (Kunjungan dan Temu Kelas Ibu Hamil Cegah Kematian Maternal dan Neonatal).

Kehamilan seharusnya menjadi babak kehidupan yang penuh sukacita. Namun, di balik harapan itu, bayang-bayang komplikasi medis yang datang tiba-tiba sering kali menjadi momok yang mendebarkan bagi banyak ibu di pelosok desa. Di wilayah kerja Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tantangan geografis dan kurangnya kesadaran terhadap kehamilan berisiko sempat menyebabkan angka kematian ibu (AKI) dan kematian bayi baru lahir (AKB) berada di level yang mengkhawatirkan. Menyadari bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup, bidan desa setempat menginisiasi sebuah gerakan kolaboratif yang hangat: KEMAS BUMI CINTA (Kunjungan dan Temu Kelas Ibu Hamil Cegah Kematian Maternal dan Neonatal).

Inovasi yang diusung oleh Asnani, Am.Keb ini bukan sekadar program kesehatan biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kepedulian yang lebih personal dan terukur. Berangkat dari keresahan melihat ibu hamil yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, KEMAS BUMI CINTA hadir untuk mendobrak dinding pemisah antara tenaga medis dan masyarakat melalui dua metode kunci: edukasi kelompok (Temu Kelas) dan pendekatan personal (Kunjungan Rumah).

Mengintegrasikan Edukasi dan Pendampingan

KEMAS BUMI CINTA bekerja dengan sistem yang presisi. Temu Kelas Ibu Hamil dirancang sebagai ruang diskusi interaktif bagi ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Di sini, para ibu tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi terlibat dalam diskusi aktif mengenai gizi, tanda bahaya kehamilan, kesiapan persalinan, hingga kesehatan mental.

Namun, inovasi ini melangkah lebih jauh. Melalui Kunjungan Rumah, bidan dan kader kesehatan turun langsung ke lapangan. Mereka tidak hanya memantau kesehatan fisik, tetapi juga melakukan pemetaan lokasi rumah ibu hamil menggunakan penanda digital. Dengan mengetahui titik lokasi yang tepat, petugas kesehatan dapat merespons lebih cepat jika terjadi keadaan darurat, terutama bagi ibu hamil dengan risiko tinggi yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Dampak Nyata di Lapangan

Hasil dari pendekatan jemput bola ini sangat signifikan. Data Puskesmas Air Itam menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Setelah implementasi intensif KEMAS BUMI CINTA, cakupan kunjungan antenatal (ANC) baik K1 maupun K4 mengalami peningkatan drastis. Yang paling membanggakan adalah keberhasilan inovasi ini dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Pada tahun 2023 dan 2024, angka kematian ibu di wilayah ini berhasil ditekan hingga nol, sebuah capaian yang membuktikan bahwa pendampingan yang konsisten adalah kunci keselamatan.

Inovasi ini juga berhasil mengubah stigma masyarakat. Keluarga yang sebelumnya acuh tak acuh, kini menjadi garda terdepan dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Keterlibatan suami dan anggota keluarga lain dalam diskusi kelas ibu hamil telah menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

Sebagai upaya keberlanjutan, tim KEMAS BUMI CINTA terus memperkuat jejaring dengan kepala desa, kader, dan tokoh masyarakat. Mereka memastikan bahwa setiap ibu hamil tidak berjuang sendirian. Dengan sistem pemantauan yang terintegrasi, pendekatan digital, dan sentuhan kepedulian yang nyata, KEMAS BUMI CINTA membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat, setiap nyawa ibu dan bayi dapat terlindungi dari hulu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026