11 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Kurangi Limbah dan Cegah Degradasi Lahan, SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Luncurkan Inovasi "PUKULIN"

Penulis: Ika PS 04 July 2024 07:21 WIB Dilihat: 5 kali Komentar: 0
Kurangi Limbah dan Cegah Degradasi Lahan, SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Luncurkan Inovasi "PUKULIN"

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus terbukti membawa dampak buruk bagi lingkungan, salah satunya adalah memicu degradasi lahan. Kondisi ini menyebabkan hilangnya fungsi tanah sebagai sumber air dan hara, serta menurunkan tingkat kesuburan tanah akibat hilangnya bahan organik di daerah perakaran. Berangkat dari permasalahan tersebut, dua pelajar kelas X dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni Rahman Rizky Rafa dan Ahmad Zaidan Dinata, menciptakan sebuah terobosan ramah lingkungan bernama "PUKULIN" (Pupuk Kulit Nanas).

Melalui proposal yang diajukan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024, kedua inovator muda ini memanfaatkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) yang kerap menumpuk tak terpakai di pasar-pasar tradisional untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Berdasarkan kajian mereka, kulit nanas mengandung unsur hara makro yang sangat esensial bagi pertumbuhan tanaman seperti nitrogen, fosfor, dan kalium (N, P, K). Selain itu, limbah ini juga kaya akan unsur hara mikro penting seperti besi (Fe), boron, mangan, tembaga, seng, dan klor.

Metode Fermentasi dan Modifikasi Formula Khas

Inovasi PUKULIN dikembangkan menggunakan metode fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) dengan modifikasi bahan yang membedakannya dari pupuk organik cair berbahan nanas pada umumnya. Keunggulan formula ini terletak pada kombinasi penggunaan EM4 dan "Mol Tape" buatan sendiri yang berfungsi mengaktifkan mikroorganisme agar proses fermentasi berjalan lebih cepat dan menghasilkan khasiat yang lebih kaya.

Proses pembuatan PUKULIN dilakukan melalui tahapan berikut:

Pembuatan Mol Tape: Menggabungkan tape dan gula merah yang dipotong kecil ke dalam wadah, dicampur dengan air beras, lalu dikocok hingga merata. Campuran ini difermentasikan secara aerobik (membutuhkan oksigen) selama 7 hingga 10 hari hingga siap digunakan.

Pengolahan Kulit Nanas: Kulit nanas yang telah dicuci bersih kemudian diblender bersama air beras, dengan takaran air beras sebesar setengah dari volume kulit nanas.

Pencampuran & Fermentasi: Hasil blenderan dimasukkan ke dalam wadah, lalu ditambahkan masing-masing 50 ml EM4 dan 50 ml Mol Tape. Campuran tersebut kemudian disimpan dalam wadah tertutup untuk menjalani proses fermentasi. Setiap pagi, tutup wadah dibuka sejenak untuk mengeluarkan gas nitrogen yang terbentuk selama proses berlangsung.

Uji Coba, Aturan Pakai, dan Strategi Keberlanjutan

Inovasi non-digital ini telah melewati masa uji coba sejak Februari hingga Juni 2024 sebelum akhirnya mulai diimplementasikan secara luas pada Juni 2024. Karena kandungan dalam pupuk organik cair dari kulit nanas ini tergolong keras, para inovator memberikan aturan pakai yang ketat: cairan PUKULIN harus dicampur dengan air bersih menggunakan perbandingan 1:10 sebelum disiramkan ke tanaman, dengan frekuensi pemberian cukup 1–2 kali seminggu guna mencegah tanaman menjadi layu.

Untuk menjaga keberlanjutan produk di masa depan, Rahman dan Zaidan sudah menyusun strategi pengembangan lanjutan. Rencana inovasi berikutnya adalah menambahkan ekstrak daun ubi jalar ke dalam formula PUKULIN, yang diyakini dapat semakin mempercepat proses pertumbuhan pada tumbuhan. Selain menyuburkan tanaman, ampas kulit nanas hasil fermentasi ini juga dapat didaur ulang kembali sebagai media tanam organik yang ramah lingkungan.

Melalui proyek yang juga menjadi bagian dari Laporan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ini, diharapkan kesadaran masyarakat—khususnya para petani sebagai konsumen akhir—dapat meningkat untuk beralih ke pupuk organik. Langkah ini tidak hanya membuka peluang industri lokal berbasis pemanfaatan limbah, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda dalam menjaga kelestarian ekosistem tanah di Kabupaten PALI.

Ringkasan Eksekutif Inovasi

Inisiator & Lembaga: Rahman Rizky Rafa dan Ahmad Zaidan Dinata (Siswa Kelas X SMAN 2 Unggulan Talang Ubi).

Bentuk Inovasi: Inovasi Daerah Lainnya (Kategori Pelajar/Mahasiswa) berupa Pupuk Organik Cair (POC) non-digital.

Kandungan Utama: Unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium) dan unsur hara mikro (Besi, Boron, Mangan, Tembaga, Seng, Klor).

Metode Aplikasi: Pengenceran dengan air perbandingan 1:10, diaplikasikan 1–2 kali seminggu pada tanaman.

Garis Waktu Proyek: Uji coba dilakukan pada Februari – Juni 2024, dengan implementasi penuh mulai Juni 2024.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026