Membakar Semangat Ekonomi Bumi Serepat Serasan: Strategi Inovatif
Di balik kelezatan ikan sagarurung yang khas, tersimpan denyut nadi perekonomian ratusan pelaku usaha mikro di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Selama ini, tantangan klasik produk lokal sering kali membentur dinding pemasaran yang sempit dan akses permodalan yang dingin. Bergerak dari kegelisahan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI melalui inovator Rohman, S.Pd., M.Pd., menggebrak lewat sebuah formula pemberdayaan terintegrasi bertajuk "FESTIVAL SAGARURUNG RASA PALI 'Bina Bantu Beli'". Langkah inovatif ini meredefinisi sebuah festival budaya bukan sekadar menjadi tontonan musiman, melainkan inkubator ekonomi yang progresif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Tiga Pilar Transformasi: Membina, Membantu, dan Membeli
Inovasi ini bergerak secara runut dan taktis melalui formula "Bina, Bantu, Beli" untuk memastikan UMKM naik kelas secara berkelanjutan. Tahapan "Bina" diwujudkan lewat transfer ilmu modern, salah satunya dengan melatih para perajin kuliner lokal menggunakan teknologi oven besar mutakhir. Upaya ini membuahkan hasil monumental pada edisi awal festival yang sukses memecahkan rekor dunia (LEPRID) lewat aksi membakar 2.022 ekor ikan sagarurung sekaligus.
Tak berhenti pada aspek produksi, pilar "Bantu" hadir secara konkret melalui terobosan permodalan yang revolusioner: launching program Subsidi KUR Bunga 0% yang bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel. Lewat skema ini, para pelaku usaha kecil hanya perlu membayar utang pokok mereka, sementara seluruh beban bunga ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten PALI. Sebagai pelengkap ekosistem, pilar "Beli" diwadahi langsung melalui panggung festival tahunan sebagai pasar riil berskala besar. Langkah ini terbukti sukses memperluas jejaring pasar domestik hingga ke 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan saat PALI didapuk menjadi tuan rumah Hari Koperasi Nasional.
Dampak Nyata dan Pengakuan Akademis
Data di lapangan menunjukkan bahwa pengemasan festival yang memadukan atraksi budaya, kuliner khas, dan pameran produk unggulan ini mampu memicu lonjakan jumlah kunjungan secara signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil analisis data dari Tim Observasi Politeknik Pariwisata Palembang, Sagarurung Festival dinilai sangat berhasil memberikan dampak positif dalam mendongkrak omset penjualan UMKM, merangkul pedagang kaki lima (PKL), serta memperkuat citra positif Kabupaten PALI sebagai destinasi event berskala provinsi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!