12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menantang Hegemony Plastik Sintetis: Langkah Berani Duo Inovator SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Melahirkan Kemasan Masa Depan 'FruitFlex Film'

Penulis: Ika PS 23 July 2024 08:39 WIB Dilihat: 7 kali Komentar: 0
Menantang Hegemony Plastik Sintetis: Langkah Berani Duo Inovator SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Melahirkan Kemasan Masa Depan 'FruitFlex Film'

Krisis lingkungan akibat gunungan sampah plastik yang tak terurai telah menjadi alarm darurat bagi ekosistem global. Menjawab tantangan pelik tersebut, sebuah pemikiran revolusioner lahir dari ruang kelas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dua ilmuwan remaja dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Chelsea Davina dan Farel Sapta Wijaya, berhasil mengembangkan "FruitFlex Film", sebuah inovasi pelapis makanan organik (edible film) ramah lingkungan yang mengolaborasikan potensi pati biji nangka dengan perlindungan alami dari daun kedondong.

Karya riset non-digital yang sarat akan nilai keberlanjutan ini melangkah mantap sebagai kontestan unggulan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Kategori Pelajar. Hadirnya FruitFlex Film bukan sekadar alternatif pembungkus biasa, melainkan sebuah manifestasi nalar kritis generasi z dalam mereduksi ketergantungan pada plastik berbahan minyak bumi yang merusak rantai makanan hayati.

Meretas Potensi Tersembunyi dari Limbah Biji dan Daun Masam

Lahirnya konsep FruitFlex Film berakar dari kejelian memandang limbah domestik di lingkungan sekitar. Biji nangka (Artocarpus heterophyllus) sering kali berakhir di tempat sampah setelah daging buahnya dikonsumsi, padahal struktur biologisnya menyimpan kandungan pati (amilosa dan amilopektin) yang sangat melimpah sebagai agen pembentuk gel alami (hydrocolloid).

Kekuatan lembaran organik dari biji nangka tersebut kemudian disempurnakan secara mutakhir menggunakan ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis). Dipilihnya daun kedondong bukan tanpa alasan; daun berasa masam ini terbukti kaya akan senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang bertindak sebagai antioksidan serta antimikroba alami. Sinergi kedua bahan ini menghasilkan sebuah lapisan pelindung yang tidak hanya kuat secara mekanis, tetapi juga mampu menghambat pembusukan dan memperpanjang masa simpan produk makanan yang dibungkusnya.

Alkimia Sains Hijau: Sintesis Presisi Larutan Menjadi Lembaran Fleksibel

Mewujudkan selembar plastik organik yang elastis dan fungsional memerlukan formula yang presisi melalui metode penguapan pelarut (solvent casting). Proses produksi diawali dengan mengekstrak pati dari biji nangka yang telah dihaluskan dan disaring. Secara bersamaan, daun kedondong segar diekstraksi dengan air matang untuk diambil senyawa aktifnya.

Tahap krusial berikutnya adalah mencampurkan pati biji nangka, ekstrak daun kedondong, air, dan glycerol—yang berfungsi sebagai plasticizer agar lembaran tidak kaku dan rapuh. Adonan cair tersebut dipanaskan di atas suhu terukur sambil terus diaduk hingga homogen dan mengental sempurna. Larutan ajaib ini kemudian dituang secara merata di atas cetakan datar, lalu dikeringkan di dalam oven hingga membentuk lembaran tipis, transparan, fleksibel, serta sepenuhnya aman jika ikut terkonsumsi bersama makanan (edible).

Peluang Bisnis Hijau dan Substitusi Kemasan Ramah Lingkungan

Melihat perkembangannya ke depan, FruitFlex Film memiliki prospek komersial yang sangat cerah di sektor eco-packaging yang pasarnya terus bertumbuh pesat. Karena bahan baku utamanya bertumpu pada pemanfaatan limbah lokal yang tidak bernilai ekonomi, harga pokok produksi kemasan organik ini menjadi sangat kompetitif jika dibandingkan dengan plastik biodegradable komersial di pasaran.

Formulasi produksinya yang terukur namun aplikatif memberikan peluang besar untuk diadopsi oleh pelaku industri kreatif, UMKM kuliner lokal, maupun sektor swasta di Kabupaten PALI. Selain memasarkan lewat skema Business-to-Business (B2B) dengan produsen makanan, tim pengembang juga menyiapkan analisis SWOT dan Business Model Canvas (BMC) yang matang, termasuk rencana penetrasi pasar melalui platform digital demi mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya beralih ke kemasan sirkular.

Sebuah Deklarasi Keberpihakan Pada Kelestarian Bumi

Keberhasilan Chelsea Davina dan Farel Sapta Wijaya dalam melahirkan FruitFlex Film mempertegas reputasi SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi sebagai episentrum lahirnya inovasi-inovasi hijau dari bangku sekolah. Pendampingan yang konsisten dari institusi pendidikan terbukti mampu memicu siswa melintasi batas teori textbook menuju penciptaan solusi nyata bagi bumi.

Berdasarkan rangkaian uji karakteristik fisik dan efektivitas perlindungan, produk ini menuai tanggapan positif karena kemampuannya memproteksi makanan dengan baik tanpa meninggalkan jejak karbon yang merusak. FruitFlex Film telah mengirimkan pesan simbolis yang mendalam: bahwa di tangan generasi yang peduli, sisa buah yang terbuang di tanah PALI dapat bertransformasi menjadi pelindung masa depan ekosistem, membuktikan bahwa teknologi ramah lingkungan dapat diciptakan secara mandiri demi kedaulatan alam Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026