Menebar Cahaya di Ujung Perjuangan: "PELITA HATI" Hadirkan Rawat Jalan dan Perawatan Paliatif Holistik ke Rumah Pasien
Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas, merupakan garda terdepan dalam menangani permasalahan medis di masyarakat. Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah lonjakan drastis jumlah penderita penyakit kronis dan tidak menular. Di wilayah kerja Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), misalnya, kasus hipertensi melambung dari angka 832 pada tahun 2021 menjadi 904 kasus pada tahun 2022.
Meski pemerintah telah menyediakan Program Rujuk Balik (PRB), kenyataan di lapangan menunjukkan hambatan yang cukup miris. Pada tahun 2022, program PRB hanya diikuti oleh 10 orang pasien. Alasan utamanya bukan karena ketidakmauan pasien, melainkan karena kondisi kesehatan mereka yang memburuk atau berstatus terminal sehingga tidak lagi mampu untuk sekadar datang dan mengambil obat di Puskesmas.
Merespons kondisi yang sangat krusial dan butuh sentuhan kemanusiaan ini, seorang inovator sekaligus tenaga kesehatan di Puskesmas Air Itam, Yunita Haryanti A.Md.Kep, menggagas program "PELITA HATI" (Pelayanan Terpadu Paliatif di Rumah dan Komunitas). Berpartisipasi dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, inovasi ini mengubah kiblat layanan kesehatan dari yang tadinya berbasis fasilitas menjadi berbasis komunitas dengan memprioritaskan metode kunjungan rumah (home care).
Perawatan Holistik yang Merangkul Pasien dan Keluarga
PELITA HATI dirancang secara spesifik untuk memberikan layanan perawatan paliatif secara holistikāmencakup aspek medis, psikososial, hingga spiritualālangsung ke rumah pasien. Prosesnya dimulai dengan pendataan (screening) untuk menentukan prioritas pasien yang paling membutuhkan, seperti penderita kanker stadium lanjut, stroke berat, gagal ginjal, dan penyakit terminal lainnya.
Setelah dilakukan assesment, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan psikolog, akan melakukan home care secara terstruktur minimal setiap dua minggu sekali. Selama kunjungan, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi pasien, manajemen nyeri, perawatan luka, pembagian obat, serta memberikan dukungan psikologis.
Salah satu pilar kekuatan PELITA HATI adalah pemberdayaan keluarga dan kader kesehatan. Keluarga dibekali panduan komprehensif, mulai dari cara memposisikan pasien yang benar, memberikan makan dan obat, mencegah munculnya luka akibat berbaring terlalu lama (luka tekan/dekubitus), hingga mengenali tanda-tanda kondisi gawat darurat. Edukasi ini juga difasilitasi melalui media digital seperti video dan buku saku agar keluarga lebih mandiri dan percaya diri dalam merawat keluarganya yang sedang berjuang.
Peningkatan Layanan yang Berdampak Nyata
Implementasi inovasi yang didukung secara finansial oleh Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ini membawa perubahan paradigma yang sangat positif di masyarakat. Terjadi lonjakan yang sangat masif dalam pencapaian jumlah pasien PRB. Jika pada tahun 2022 hanya terdapat 10 pasien, angka ini meroket menjadi 54 orang pada 2023, 58 orang pada 2024, dan telah mencapai 87 kasus pada pertengahan 2025.
Peningkatan serupa juga terjadi pada jumlah layanan perawatan pasien paliatif secara intensif, yang secara bertahap naik dari 5 pasien (2023) menjadi 9 pasien (2024). Hal ini membuktikan bahwa pendekatan yang humanis terbukti ampuh dalam meningkatkan angka keterjangkauan dan mengembalikan kepercayaan warga kepada institusi kesehatan.
Melalui "PELITA HATI", Puskesmas Air Itam membuktikan bahwa inovasi terbaik bukan tentang menemukan mesin penyembuh otomatis, melainkan tentang bagaimana menghadirkan rasa nyaman, mengurangi beban derita, dan menemani pasien serta keluarganya melewati masa-masa tersulit dengan rasa aman dan penuh empati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!