12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menyulap Limbah Menjadi Kilap: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Hadirkan 'POLAMIN', Semir Sepatu Alami Berbasis Zero Waste

Penulis: Ika PS 30 June 2025 06:58 WIB Dilihat: 26 kali Komentar: 0
Menyulap Limbah Menjadi Kilap: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Hadirkan 'POLAMIN', Semir Sepatu Alami Berbasis Zero Waste

Limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, telah lama menjadi momok bagi lingkungan. Jutaan kiloliter minyak bekas terbuang percuma setiap tahunnya, mencemari tanah, menyumbat saluran air, hingga memicu berbagai ancaman kesehatan. Di sisi lain, potensi kekayaan alam lokal seperti buah embem (Dellenia indica) yang tumbuh subur di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) justru sering terabaikan. Berangkat dari dua realitas ironis tersebut, sebuah tim pelajar dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi menginisiasi terobosan ramah lingkungan bertajuk "POLAMIN" (Polish Alami Minyak Jelantah).

Di bawah bimbingan guru dan semangat ekonomi sirkular, Aisyah Fajaria Herika Putri, Pelangi Callista Pasya Leona, dan Muhamad Okta berhasil menyatukan limbah minyak jelantah dan ekstrak buah embem menjadi produk semir sepatu bernilai guna tinggi. Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini hadir sebagai alternatif aman dan ekologis untuk menggantikan semir sepatu komersial yang sarat akan bahan kimia sintetis berbahaya.

Sinergi Sains dan Kearifan Lokal

Proses lahirnya POLAMIN bukanlah sulap semata, melainkan hasil dari riset metodologis yang menggabungkan eksperimen kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Tahap awal melibatkan pemurnian minyak jelantah secara ketat menggunakan metode adsorpsi guna menghilangkan bau, warna keruh, dan kotoran, sehingga memenuhi standar SNI. Minyak yang telah dimurnikan inilah yang kemudian berperan sebagai agen pelumas dan pemberi efek kilap alami pada semir.

Keunikan POLAMIN terletak pada pemanfaatan ekstrak buah embem. Buah lokal ini menyimpan segudang senyawa bioaktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin. Melalui proses ekstraksi maserasi, senyawa-senyawa tersebut diekstrak untuk memperkuat warna semir, memberikan perlindungan ekstra pada permukaan sepatu, serta menyumbang sifat antibakteri alami. Formulasi ini kemudian disempurnakan dengan penambahan bahan-bahan alami lainnya seperti lilin lebah, bubuk arang, dan minyak esensial agar memiliki tekstur dan aroma yang menyegarkan.

Tantangan dan Evaluasi Produk

Melalui serangkaian uji coba langsung terhadap pengguna sepatu berbahan kulit maupun sintetis, POLAMIN terbukti mampu memberikan kilap yang menawan tanpa meninggalkan residu beracun. Dengan harga jual estimasi yang sangat terjangkau, yakni Rp15.000 per unit, produk ini siap bersaing di pasaran, khususnya menyasar pelajar, pekerja, dan komunitas peduli lingkungan.

Meski demikian, tim inovator bersikap kritis terhadap karya mereka. Evaluasi internal—yang terekam dalam analisis SWOT mereka—menunjukkan adanya beberapa ruang untuk penyempurnaan. Daya tahan kilap POLAMIN saat ini baru bertahan sekitar 3 hingga 5 hari, lebih singkat dibandingkan semir pabrikan. Selain itu, stabilitas formulasi masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi pemisahan fase minyak dan ekstrak saat disimpan dalam waktu lama.

Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Ke depannya, tim berencana melakukan riset lanjutan untuk memperbaiki stabilitas emulsi, mengoptimalkan proses deodorizing (penghilang bau) minyak, serta memperluas jangkauan bahan baku dengan menjalin kemitraan bersama masyarakat dan pengepul limbah.

Melalui POLAMIN, para pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi membuktikan bahwa inovasi berbasis zero waste bukan sekadar jargon. Mereka menawarkan bukti nyata bahwa limbah yang mencemari bisa diubah menjadi produk yang melindungi, sekaligus membuka peluang ekonomi sirkular yang memberdayakan masyarakat sekitar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026