13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

SABUN FASLIN: Menghadirkan Pelayanan Kesehatan yang Cepat, Nyaman, dan Humanis di Puskesmas Air Itam

Penulis: Ika PS 18 July 2025 08:59 WIB Dilihat: 7 kali Komentar: 0
SABUN FASLIN: Menghadirkan Pelayanan Kesehatan yang Cepat, Nyaman, dan Humanis di Puskesmas Air Itam

Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya diukur dari kecepatan penanganan pasien, tetapi juga dari kenyamanan, keramahan petugas, ketepatan administrasi, serta kemampuan fasilitas kesehatan dalam terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas, Puskesmas Air Itam terus berupaya menghadirkan berbagai terobosan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan profesional.

Berangkat dari semangat tersebut, lahirlah inovasi SABUN FASLIN, sebuah inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan oleh Puskesmas Air Itam sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga membangun sistem kerja yang lebih tertata, kolaboratif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

SABUN FASLIN hadir sebagai bentuk komitmen Puskesmas Air Itam dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih responsif melalui penguatan tata kelola pelayanan, pemanfaatan administrasi digital, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang dilakukan secara berkelanjutan.

Membangun Pelayanan yang Lebih Cepat dan Tertata

Dalam pelayanan kesehatan, kecepatan dan ketepatan menjadi faktor yang sangat penting, terutama pada pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD). Oleh karena itu, Puskesmas Air Itam terus melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan agar masyarakat memperoleh penanganan yang cepat tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Melalui SABUN FASLIN, berbagai aspek pelayanan diperbaiki secara bertahap, mulai dari penataan ruang pelayanan yang lebih nyaman, peningkatan privasi pasien, hingga pembentukan tim pelayanan yang mengedepankan sikap ramah, profesional, dan humanis. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Air Itam.

Transformasi Administrasi Melalui Arsip Digital

Selain meningkatkan kualitas pelayanan medis, inovasi SABUN FASLIN juga mendorong transformasi tata kelola administrasi melalui digitalisasi arsip.

Jika sebelumnya dokumen kepegawaian masih disimpan secara manual, kini arsip mulai dikelola dalam bentuk digital sehingga proses pencarian data menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Digitalisasi tersebut turut mendukung peningkatan efektivitas kerja pegawai sekaligus mengurangi risiko kerusakan maupun kehilangan dokumen penting.

Inovasi Dibangun Melalui Kolaborasi

Keberhasilan sebuah inovasi tidak lahir secara instan. Di balik SABUN FASLIN terdapat proses panjang yang diawali dengan brainstorming, pembentukan tim inovasi, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga penetapan melalui Surat Keputusan sebagai dasar pelaksanaan program.

Seluruh tahapan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dikembangkan secara sistematis sehingga setiap kegiatan memiliki arah, mekanisme kerja, dan target yang jelas. Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat internal maupun monitoring dan evaluasi guna memastikan inovasi terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Pelayanan Tidak Berhenti di Dalam Gedung Puskesmas

SABUN FASLIN juga memperkuat pelayanan promotif dan preventif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Puskesmas Air Itam secara rutin melaksanakan kelas ibu hamil, kelas ibu balita, penyuluhan kesehatan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), serta berbagai kegiatan edukasi kesehatan di desa-desa wilayah kerja Puskesmas Air Itam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Air Itam Timur, Mangku Negara, Raja Jaya, dan wilayah lainnya sebagai bentuk komitmen mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan ketika sakit, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan ibu, anak, serta upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Sinergi Lintas Sektor untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Dalam implementasinya, SABUN FASLIN juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui rapat koordinasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan karena keberhasilan pelayanan primer tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan berbagai unsur lainnya.

Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan pelayanan dapat diselesaikan secara bersama sehingga pelayanan kesehatan menjadi semakin efektif dan tepat sasaran.

Budaya Pelayanan yang Terus Berkembang

SABUN FASLIN menunjukkan bahwa inovasi pelayanan kesehatan bukan sekadar menghadirkan program baru, melainkan membangun budaya kerja yang selalu berorientasi pada perbaikan.

Berbagai kegiatan monitoring, evaluasi, paparan capaian inovasi, hingga pembinaan kepada seluruh pegawai dilakukan secara berkala agar kualitas pelayanan terus meningkat. Semangat inovasi tersebut menjadikan seluruh tenaga kesehatan sebagai bagian dari perubahan menuju pelayanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui SABUN FASLIN, Puskesmas Air Itam membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas dibangun melalui kerja sama, inovasi, dan komitmen seluruh tenaga kesehatan. Dengan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, administrasi yang lebih modern, lingkungan yang nyaman, serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif, inovasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026