12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Sasar Pasar Ramah Lingkungan, Dua Pelajar PALI Sulap Ekstrak Buah Lerak Jadi Sabun Colek Alami

Penulis: Ika PS 06 June 2024 07:26 WIB Dilihat: 12 kali Komentar: 0
Sasar Pasar Ramah Lingkungan, Dua Pelajar PALI Sulap Ekstrak Buah Lerak Jadi Sabun Colek Alami

Penggunaan sabun colek sintesis secara masif dalam rumah tangga kian mengancam ekosistem perairan dan tanah. Kandungan surfaktan yang berlimpah memicu tumpukan busa yang menghambat perputaran oksigen di air, menurunkan kesuburan tanah, bahkan berpotensi memicu kanker bagi manusia jika zat kimia tersebut terakumulasi di air sumur warga. Menanggapi isu lingkungan ini, dua siswa kelas XI SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni Rifqi Lazuardi Hanif dan Jibril Ali Bait Harahap, meluncurkan inovasi hijau yang diberi nama "SABUN COLERAK" (Sabun Colek Alami dari Ekstrak Buah Lerak).

Melalui proposal yang diajukan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024, kedua inovator muda ini mengangkat kembali potensi buah lerak (Sapindus rarak DC.) yang mudah ditemui di pasar tradisional sebagai pengganti detergen komersial. Buah lerak dipilih karena kaya akan kandungan saponin alami hingga sebesar 28%, serta didukung zat aktif lain seperti alkaloid, polifenol, antioksidan, flavonoid, dan tanin. Saponin inilah yang secara alami menghasilkan busa bertahan lama dan bekerja efektif mengangkat noda serta kotoran pada peralatan dapur maupun pakaian tanpa merusak lingkungan.

Metode Ekstraksi Berbasis Etanol

Formulasi SABUN COLERAK dikembangkan melalui pendekatan non-digital yang menitikberatkan pada kesederhanaan proses pembuatan agar mudah diaplikasikan secara mandiri oleh masyarakat luas. Produk ini mengombinasikan ekstrak murni buah lerak dengan pelarut khusus guna mengunci senyawa aktifnya.

Proses pembuatan SABUN COLERAK mengikuti beberapa tahapan berikut:

Persiapan Bahan: Buah lerak seberat 100 gram disiapkan terlebih dahulu.

Pengeringan dan Pencucian: Buah lerak dijemur di bawah terik matahari, kemudian dicuci bersih menggunakan air aquadest.

Proses Maserasi (Perendaman): Buah lerak yang telah kering direndam di dalam 1 liter cairan etanol 96% selama 5 hari penuh.

Penyaringan dan Pemanasan: Setelah memasuki hari kelima, buah lerak disaring menggunakan wadah toples kaca dan alat penyaring. Hasil saringan berupa cairan kemudian dipanaskan di atas kompor menggunakan panci hingga kandungan etanol menguap sepenuhnya dan tidak ada yang tersisa. Setelah mengental, sabun colek alami siap dikemas dan digunakan.

Strategi Keberlanjutan dan Evaluasi Komprehensif

Proyek inovasi yang digagas oleh Rifqi dan Jibril ini telah melalui masa uji coba dari Januari hingga Juni 2024, sebelum akhirnya resmi diimplementasikan pada Juni 2024. Untuk menjamin mutu produk di masa depan, kedua inovator telah merancang skema keberlanjutan yang mencakup perluasan jaringan pemasaran melalui media sosial, kolaborasi bersama pelaku UMKM lokal untuk produksi massal, serta rencana pengujian laboratorium lebih lanjut.

Evaluasi terhadap SABUN COLERAK pun dilakukan secara berkala dan menyeluruh. Aspek pengujian tidak hanya menyasar pada efektivitas daya bersih terhadap kontaminan, tetapi juga mencakup uji dermatologis demi memastikan keamanan bagi kulit manusia, uji stabilitas produk terhadap suhu, hingga uji biodegradabilitas untuk memastikan sisa buangan sabun ini benar-benar hancur oleh mikroorganisme dan aman bagi tanah maupun air.

Hadirnya inovasi ini tidak sekadar menawarkan opsi pembersih yang lebih sehat, namun juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi regional berbasis komoditas lokal dan menjadi langkah konkret edukasi konsumen menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Ringkasan Eksekutif Inovasi

Inisiator & Lembaga: Rifqi Lazuardi Hanif dan Jibril Ali Bait Harahap (Siswa Kelas XI SMAN 2 Unggulan Talang Ubi).

Bentuk Inovasi: Inovasi Daerah Lainnya (Kategori Pelajar/Mahasiswa) berupa produk pembersih rumah tangga non-digital.

Kandungan Utama: Saponin alami (28%), alkaloid, polifenol, antioksidan, flavonoid, dan tanin dari buah lerak.

Bahan Utama Pembuatan: Buah lerak (100 gram), Etanol 96% (1 liter), dan air aquadest.

Garis Waktu Proyek: Uji coba berjalan pada Januari – Juni 2024, dengan tahap penerapan penuh dimulai sejak Juni 2024.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026