Sasar Pasar Ramah Lingkungan, Dua Pelajar PALI Sulap Ekstrak Buah Lerak Jadi Sabun Colek Alami
Penggunaan sabun colek sintesis secara masif dalam rumah tangga kian mengancam ekosistem perairan dan tanah. Kandungan surfaktan yang berlimpah memicu tumpukan busa yang menghambat perputaran oksigen di air, menurunkan kesuburan tanah, bahkan berpotensi memicu kanker bagi manusia jika zat kimia tersebut terakumulasi di air sumur warga. Menanggapi isu lingkungan ini, dua siswa kelas XI SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni Rifqi Lazuardi Hanif dan Jibril Ali Bait Harahap, meluncurkan inovasi hijau yang diberi nama "SABUN COLERAK" (Sabun Colek Alami dari Ekstrak Buah Lerak).
Melalui proposal yang diajukan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024, kedua inovator muda ini mengangkat kembali potensi buah lerak (Sapindus rarak DC.) yang mudah ditemui di pasar tradisional sebagai pengganti detergen komersial. Buah lerak dipilih karena kaya akan kandungan saponin alami hingga sebesar 28%, serta didukung zat aktif lain seperti alkaloid, polifenol, antioksidan, flavonoid, dan tanin. Saponin inilah yang secara alami menghasilkan busa bertahan lama dan bekerja efektif mengangkat noda serta kotoran pada peralatan dapur maupun pakaian tanpa merusak lingkungan.
Metode Ekstraksi Berbasis Etanol
Formulasi SABUN COLERAK dikembangkan melalui pendekatan non-digital yang menitikberatkan pada kesederhanaan proses pembuatan agar mudah diaplikasikan secara mandiri oleh masyarakat luas. Produk ini mengombinasikan ekstrak murni buah lerak dengan pelarut khusus guna mengunci senyawa aktifnya.
Proses pembuatan SABUN COLERAK mengikuti beberapa tahapan berikut:
Persiapan Bahan: Buah lerak seberat 100 gram disiapkan terlebih dahulu.
Pengeringan dan Pencucian: Buah lerak dijemur di bawah terik matahari, kemudian dicuci bersih menggunakan air aquadest.
Proses Maserasi (Perendaman): Buah lerak yang telah kering direndam di dalam 1 liter cairan etanol 96% selama 5 hari penuh.
Penyaringan dan Pemanasan: Setelah memasuki hari kelima, buah lerak disaring menggunakan wadah toples kaca dan alat penyaring. Hasil saringan berupa cairan kemudian dipanaskan di atas kompor menggunakan panci hingga kandungan etanol menguap sepenuhnya dan tidak ada yang tersisa. Setelah mengental, sabun colek alami siap dikemas dan digunakan.
Strategi Keberlanjutan dan Evaluasi Komprehensif
Proyek inovasi yang digagas oleh Rifqi dan Jibril ini telah melalui masa uji coba dari Januari hingga Juni 2024, sebelum akhirnya resmi diimplementasikan pada Juni 2024. Untuk menjamin mutu produk di masa depan, kedua inovator telah merancang skema keberlanjutan yang mencakup perluasan jaringan pemasaran melalui media sosial, kolaborasi bersama pelaku UMKM lokal untuk produksi massal, serta rencana pengujian laboratorium lebih lanjut.
Evaluasi terhadap SABUN COLERAK pun dilakukan secara berkala dan menyeluruh. Aspek pengujian tidak hanya menyasar pada efektivitas daya bersih terhadap kontaminan, tetapi juga mencakup uji dermatologis demi memastikan keamanan bagi kulit manusia, uji stabilitas produk terhadap suhu, hingga uji biodegradabilitas untuk memastikan sisa buangan sabun ini benar-benar hancur oleh mikroorganisme dan aman bagi tanah maupun air.
Hadirnya inovasi ini tidak sekadar menawarkan opsi pembersih yang lebih sehat, namun juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi regional berbasis komoditas lokal dan menjadi langkah konkret edukasi konsumen menuju gaya hidup ramah lingkungan.
Ringkasan Eksekutif Inovasi
Inisiator & Lembaga: Rifqi Lazuardi Hanif dan Jibril Ali Bait Harahap (Siswa Kelas XI SMAN 2 Unggulan Talang Ubi).
Bentuk Inovasi: Inovasi Daerah Lainnya (Kategori Pelajar/Mahasiswa) berupa produk pembersih rumah tangga non-digital.
Kandungan Utama: Saponin alami (28%), alkaloid, polifenol, antioksidan, flavonoid, dan tanin dari buah lerak.
Bahan Utama Pembuatan: Buah lerak (100 gram), Etanol 96% (1 liter), dan air aquadest.
Garis Waktu Proyek: Uji coba berjalan pada Januari – Juni 2024, dengan tahap penerapan penuh dimulai sejak Juni 2024.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!