12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

UNGGAS LANGKA, Inovasi Daerah yang Mengangkat Potensi Pangan Lokal untuk Kesehatan

Penulis: Ika PS 17 June 2025 03:28 WIB Dilihat: 18 kali Komentar: 0
UNGGAS LANGKA, Inovasi Daerah yang Mengangkat Potensi Pangan Lokal untuk Kesehatan

PALI, Sumatera Selatan – Di tengah tingginya tantangan pemenuhan gizi masyarakat dan meningkatnya kasus gangguan pencernaan, tenaga kesehatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadirkan sebuah terobosan berbasis pangan lokal. Inovasi bertajuk “UNGGAS LANGKA” (Umbi Ganyong Solusi Cegah Anak Gizi Kurang Serta Gejala Asam Lambung) menjadi salah satu inovasi daerah yang menawarkan solusi kesehatan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Inovasi yang digagas oleh dr. Gita Listawaty bersama tim dari Puskesmas Simpang Babat ini memanfaatkan umbi ganyong (Canna edulis) sebagai bahan pangan alternatif yang kaya karbohidrat dan mudah dicerna. Tanaman yang selama ini kurang mendapat perhatian tersebut diolah menjadi berbagai produk pangan menarik yang disukai masyarakat, terutama anak-anak.

Menjawab Dua Persoalan Sekaligus

Program UNGGAS LANGKA lahir dari kebutuhan untuk mengatasi persoalan gizi kurang pada anak sekaligus memberikan alternatif pangan yang ramah bagi penderita gangguan lambung. Melalui pendekatan berbasis potensi lokal, inovasi ini mengubah paradigma bahwa pangan sehat tidak harus mahal atau bergantung pada bahan baku dari luar daerah.

Umbi ganyong dipilih karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, tekstur yang lembut, serta mudah dicerna oleh tubuh. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di lingkungan pedesaan sehingga berpotensi menjadi sumber pangan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pemanfaatan ganyong bukan hanya untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kembali potensi pangan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” demikian semangat yang diusung dalam inovasi tersebut.

Diolah Menjadi Produk Kekinian

Salah satu keunggulan UNGGAS LANGKA adalah kemampuannya mengubah bahan pangan tradisional menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah ekonomi.

Tepung ganyong hasil olahan masyarakat kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk pangan, antara lain:

  • Pempek ganyong pelangi
  • Mi ganyong pelangi
  • Kue lapis ganyong
  • Dodol ganyong
  • Cendol ganyong
  • Aneka kudapan sehat berbasis ganyong

Diversifikasi produk tersebut bertujuan meningkatkan minat konsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap pangan sehat berbasis bahan lokal.

Mendorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Selain berdampak pada sektor kesehatan, UNGGAS LANGKA juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Budidaya dan pengolahan umbi ganyong dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, terutama kelompok perempuan dan pelaku usaha mikro.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap produk olahan ganyong, masyarakat berpeluang memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Model ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dalam satu program.

Potensi Replikasi di Daerah Lain

Keberhasilan UNGGAS LANGKA menunjukkan bahwa inovasi daerah tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi. Pemanfaatan sumber daya lokal yang dikombinasikan dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan biaya yang relatif terjangkau, bahan baku yang mudah diperoleh, serta manfaat yang luas, inovasi ini memiliki peluang besar untuk direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik serupa.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026